Festival Balon Udara Perdana di Solo Diserbu Ribuan Warga, Gladag hingga Klewer Macet
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Langit kawasan Keraton Surakarta berubah semarak pada Minggu (17/5/2026) pagi. Sebanyak 18 balon udara raksasa beterbangan di atas Alun-Alun Utara dan langsung menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai daerah.
Sejak pagi, masyarakat sudah memadati area depan Masjid Agung Keraton Surakarta demi menyaksikan Festival Balon Udara yang baru pertama kali digelar di Kota Solo itu.
Ramainya pengunjung membuat sejumlah ruas jalan di pusat kota nyaris lumpuh. Kemacetan terlihat mengular dari kawasan Gladag hingga Pasar Klewer.
Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Slamet Riyadi, Pakoe Boewono, Mayor Sunaryo, hingga Jalan dr Radjiman. Banyak pengendara memilih memperlambat laju kendaraan hanya untuk melihat balon udara yang menghiasi langit kota.
Festival tersebut menghadirkan balon udara dengan berbagai bentuk dan ornamen warna-warni.
Seluruh balon diterbangkan operator profesional asal Wonosobo, daerah yang selama ini identik dengan tradisi balon udara di Jawa Tengah.
Acara ini digelar oleh Bank Jateng Syariah dalam rangka perayaan ulang tahun ke-18.
Kepala Divisi Syariah Bank Jateng Syariah, Slamet Sulistiyono, mengatakan angka 18 dipilih sebagai simbol usia lembaga tersebut.
“Ini bentuk apresiasi kami kepada masyarakat Solo,” katanya.
Sementara itu, Direktur Bisnis Kelembagaan dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Mas Waris, menyebut festival sengaja dihadirkan karena hiburan serupa belum pernah digelar di Solo.
Menurutnya, selama ini festival balon udara lebih dikenal di Wonosobo maupun Pekalongan.
Antusiasme warga terlihat sepanjang acara berlangsung.
Banyak pengunjung rela berdesakan untuk mengabadikan momen balon udara dengan ponsel mereka.
Rahmawati (23), warga Kepatihan, mengaku sengaja datang pagi agar bisa melihat proses penerbangan balon dari dekat.
“Biasanya cuma lihat di media sosial. Ternyata aslinya lebih keren,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kurniadi, warga Karanganyar. Ia berharap festival balon udara bisa menjadi agenda tahunan di Solo.
“Kalau rutin diadakan pasti bagus untuk wisata Kota Solo,” katanya.
Festival perdana ini tak hanya menghadirkan hiburan baru bagi warga, tetapi juga membuka peluang munculnya agenda wisata alternatif di kawasan Keraton Surakarta.