UNS Pimpin Survei Sosial Dunia di Indonesia, Rekam Perubahan Nilai Masyarakat Selama 24 Tahun
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Kepercayaan internasional berhasil diraih Universitas Sebelas Maret setelah kampus tersebut ditunjuk sebagai pemimpin riset Indonesia dalam World Values Survey (WVS) Gelombang ke-8, proyek survei sosial terbesar dunia yang memetakan perubahan pola pikir, nilai, dan perilaku masyarakat di lebih dari 90 negara.
Penunjukan itu menjadikan Fakultas Psikologi UNS sebagai institusi akademik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dipercaya menjadi Principal Investigator resmi oleh World Values Survey Association.
Capaian tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Gedung Rektorat UNS Surakarta, Senin (18/5/2026). Tim peneliti dipimpin Dr. Phil. Ayu Okvitawanli bersama Dr. Moh. Abdul Hakim, S.Psi., M.A.
Dr. Phil. Ayu mengatakan keberhasilan tersebut menjadi pengakuan internasional terhadap kapasitas riset yang dimiliki UNS, khususnya Fakultas Psikologi.
“Kami bekerja dengan standar metodologi yang sangat ketat karena data Indonesia akan dibandingkan dengan lebih dari 90 negara lain dan menjadi rujukan ilmiah internasional,” ujar Ayu, Senin (18/6/2026).
Ia menjelaskan pengambilan data dilakukan selama lima bulan, mulai Agustus hingga Desember 2025. Survei menggunakan metode wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur yang berisi lebih dari 300 pertanyaan.
Pertanyaan dalam survei mencakup 14 tema utama, mulai dari tingkat kepercayaan sosial, demokrasi, keluarga, agama, hingga pandangan masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan isu lingkungan.
Menurut Ayu, kualitas data menjadi perhatian utama karena hasil survei akan digunakan untuk membaca perubahan sosial masyarakat Indonesia dalam jangka panjang.
“WVS bukan sekadar survei opini biasa. Data ini dipakai untuk melihat arah perubahan nilai masyarakat dari waktu ke waktu,” katanya.
Survei WVS Gelombang ke-8 di Indonesia melibatkan 2.306 responden yang tersebar di 247 kecamatan pada 18 provinsi. Tim peneliti menggunakan metode multistage random sampling guna memastikan keterwakilan populasi secara nasional.
Sementara itu, anggota tim peneliti Dr. Moh. Abdul Hakim mengatakan keterlibatan Indonesia dalam WVS memiliki arti penting karena memberikan gambaran posisi masyarakat Indonesia dibanding negara lain di dunia.
“Indonesia kembali memiliki data yang bisa dibandingkan langsung dengan negara-negara ASEAN, G20, hingga negara berkembang lainnya,” jelas Hakim.