Satu Dekade Kobaret Solo Raya, Anggota Diingatkan Tak Mudah Terpancing Isu
- Ist/VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Persaudaraan Komando Barisan Terate (KOBARET) Solo Raya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 dengan menggelar tasyakuran di De Tjolomadoe Heritage, Tasikmadu, Karanganyar, Minggu (24/5/2026).
Sekitar 500 anggota dari berbagai daerah di Solo Raya hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana kebersamaan terlihat sejak awal acara, mulai dari silaturahmi antaranggota hingga rangkaian kegiatan sosial yang digelar bersama.
Memasuki usia satu dekade, KOBARET menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga solidaritas dan persaudaraan antarwarga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), sekaligus mengajak anggota tidak mudah terpancing isu maupun provokasi yang berpotensi memicu konflik.
Sesepuh KOBARET Solo Raya, Sriyanto, mengatakan perjalanan organisasi selama 10 tahun tidak selalu berjalan mudah. Berbagai dinamika sempat dihadapi, namun loyalitas dan kekompakan anggota membuat organisasi tetap bertahan dan berkembang.
“Yang paling utama tetap persaudaraan. Itu yang kami pegang sampai sekarang,” kata Sriyanto.
Menurutnya, KOBARET sejak awal berdiri pada 13 Mei 2016 berupaya menjaga nilai dasar ajaran PSHT, yakni menjunjung kebersamaan, saling menghormati, dan mempererat hubungan antarsesama warga.
Ia menilai tantangan organisasi saat ini bukan hanya menjaga soliditas internal, tetapi juga membangun kedewasaan anggota dalam menyikapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan Penasehat KOBARET, BRM Kusumo Putro. Ia mengingatkan anggota agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
Menurutnya, provokasi dan informasi yang tidak terverifikasi kerap menjadi pemicu munculnya gesekan di lapangan.
“Kalau menerima informasi harus disaring dulu. Jangan sampai ikut terpancing hal-hal yang justru merugikan diri sendiri maupun organisasi,” ujarnya.
Selain memperkuat solidaritas internal, KOBARET juga menegaskan komitmennya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dalam rangkaian HUT ke-10, panitia menyalurkan bantuan sembako untuk panti asuhan di wilayah Palur dan warga kurang mampu.
Ketua Panitia HUT ke-10 KOBARET, Jarot Wahyono, mengatakan kegiatan sosial sengaja menjadi bagian utama dalam peringatan tahun ini agar keberadaan organisasi dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin KOBARET tidak hanya besar dalam organisasi, tetapi juga hadir dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar,” kata Jarot.