Gunung Lawu Tak Lagi Bebas, Pendaki Open Trip Kini Wajib Didampingi Guide Lokal

Gunung Lawu
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho dan Cemoro Kandang kini tak lagi sebebas sebelumnya. Pengelola resmi memperketat aturan pendakian setelah muncul berbagai insiden dan polemik yang terjadi di kawasan puncak dalam beberapa waktu terakhir.

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Aturan baru tersebut langsung menyasar pendaki open trip hingga pendaki tektok atau naik-turun dalam sehari yang belakangan semakin ramai.

Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, menegaskan rombongan open trip dengan jumlah lebih dari tujuh orang kini wajib menggunakan guide lokal selama pendakian.

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Langkah itu dilakukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalur pendakian Gunung Lawu.

“Kalau open trip lebih dari tujuh orang harus memakai guide lokal. Itu untuk mengantisipasi risiko dan menjaga keselamatan pendaki,” ujar Samidi, Senin (25/5/2026).

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Tak hanya soal keamanan, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar jalur pendakian melalui jasa guide maupun porter lokal.

Pengelola juga memperketat aturan bagi pendaki tektok yang sebelumnya sempat ditutup dan kembali dibuka sejak 10 Mei 2026.

Kini pendaki wajib registrasi H-1 sebelum keberangkatan dan tidak diperbolehkan mendaki sendirian. Pendakian minimal dilakukan dua orang karena aktivitas tektok dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibanding pendakian biasa.

“Karena tektok membutuhkan tenaga dua kali lipat, jadi kondisi pendaki harus benar-benar fit,” katanya.

Selain itu, pengelola menetapkan batas waktu ketat. Pendaki diwajibkan mulai turun maksimal pukul 13.00 WIB dari posisi mana pun dan harus tiba kembali di basecamp paling lambat pukul 20.00 WIB.

Dalam aturan terbaru ini, pendaki tektok juga diwajibkan memasang aplikasi Strava di ponsel mereka.

Aplikasi tersebut digunakan untuk memantau posisi pendaki selama perjalanan menuju puncak hingga turun kembali ke basecamp.

“Kami mewajibkan install aplikasi Strava untuk melihat posisi mereka sampai mana,” ujar Samidi.

Pengawasan berbasis aplikasi itu diterapkan agar proses pemantauan lebih cepat apabila terjadi kondisi darurat di jalur pendakian.

Tak berhenti pada aturan pendakian, pengelola juga mulai membenahi fasilitas di kawasan Gunung Lawu.

Halaman Selanjutnya
img_title