Momen Iduladha, Juliyatmono Ingatkan Kader Golkar Karanganyar Tak Terjebak Nafsu Kekuasaan

Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono meminta momentum Hari Raya Iduladha dijadikan pengingat bagi kader partai Golkar agar tidak terjebak ambisi kekuasaan dan kepentingan pribadi, melainkan tetap mengedepankan pengabdian kepada masyarakat.

img_title Isu Penyelamatan Aset Bank Mengemuka, IKADIN Karanganyar Soroti Hukum Kepailitan dan Tindak Pidana Perbankan

Hal itu disampaikan Juliyatmono usai menghadiri silaturahmi keluarga besar Partai Golkar Kabupaten Karanganyar yang digelar di Sekretariat DPD Partai Golkar Karanganyar.

Menurut mantan Bupati Karanganyar tersebut, makna kurban sejatinya bukan hanya penyembelihan hewan, tetapi juga upaya menundukkan ego, kesombongan, dan hawa nafsu dalam kehidupan, termasuk dalam dunia politik.

img_title Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi, Perkuat Pasokan Air Pertanian Karanganyar

“Yang sesungguhnya disembelih itu kesombongan, kekuasaan, kekayaan, dan hawa nafsu. Semua harus dikembalikan untuk kemaslahatan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/5/2026). 

Ia menilai, nilai-nilai pengorbanan dalam Iduladha harus menjadi pegangan bagi seluruh kader partai politik dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

Menurutnya, politik seharusnya dijalankan sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat, bukan hanya sekadar perebutan jabatan maupun kepentingan kekuasaan semata.

Juliyatmono mengatakan, masyarakat saat ini membutuhkan suasana politik yang menenangkan dan memberi solusi, bukan justru dipenuhi kegaduhan yang memicu perpecahan.

Karena itu, ia meminta kader Partai Golkar tetap menjaga semangat kekaryaan dan terus hadir memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Juliyatmono juga mengibaratkan Partai Golkar seperti pohon beringin yang selama ini menjadi simbol partai berlambang kuning itu.

Menurutnya, pohon beringin tidak banyak menimbulkan kegaduhan, tetapi mampu memberi keteduhan, oksigen, dan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

“Pohon beringin itu tidak berisik, tetapi memberi oksigen, memberi keteduhan, dan menjaga kehidupan. Kader Golkar harus membuat masyarakat merasa nyaman dan sejuk,” katanya.

Ia menegaskan kehidupan berbangsa tidak boleh dipenuhi pertentangan politik yang justru merusak persatuan masyarakat.

“Berbangsa itu harus menenangkan, bukan gaduh,” tegasnya.

Juliyatmono juga menyinggung karakter Partai Golkar yang disebut memiliki DNA kekaryaan dan selalu berorientasi pada kontribusi terhadap pemerintah maupun masyarakat.

Karena itu, siapa pun pemimpin partainya, kader Golkar diminta tetap menjaga semangat pengabdian dan terus bekerja untuk kepentingan rakyat.

Halaman Selanjutnya
img_title