Dikira Teror Pocong, Pria Misterius Tanpa Busana di Gondangrejo Karanganyar Bikin Kaum Hawa Ketakutan
- Tangkapan Layar CCTV
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Awalnya dikira teror pocong seperti yang belakangan ramai dibicarakan warga, namun keresahan di Dukuh Wonolapan, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, ternyata dipicu kemunculan seorang pria misterius tanpa busana yang berkeliaran pada malam hingga dini hari.
Kemunculan pria misterius tersebut membuat warga resah dan takut, terutama kaum perempuan.
Pasalnya, pelaku tidak hanya berjalan di sekitar jalan kampung, tetapi juga beberapa kali masuk ke area pekarangan hingga rumah warga saat kondisi lingkungan sepi.
Teror itu disebut sudah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Warga memperkirakan pelaku telah muncul hampir 10 kali di sejumlah kawasan permukiman di wilayah Dukuh Wonolapan.
Ketua RT 02/RW 12 Dukuh Wonolapan, Sumarno, mengatakan aksi pria tanpa busana itu rata-rata terjadi mulai pukul 22.00 WIB hingga dini hari sekitar pukul 01.00 sampai 02.00 WIB.
“Sudah sekitar tiga bulan ini terjadi. Kalau dihitung kurang lebih sudah sekitar 10 kali kejadian,” ujar Sumarno, pada wartawan, Jumat (29/5/2026).
Menurut keterangan warga yang sempat melihat langsung, pelaku merupakan pria muda bertubuh tinggi kurus, berkulit bersih, dan berambut cepak.
Rekaman CCTV di kawasan perumahan juga sempat merekam sosok pria tersebut berjalan di jalan kampung saat malam hari.
Kejadian terakhir dilaporkan terjadi pada Kamis (28/5) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu seorang ibu rumah tangga memergoki pelaku berada di sekitar rumahnya dalam kondisi tanpa mengenakan pakaian.
Korban yang panik langsung berteriak histeris, sementara pelaku buru-buru melarikan diri setelah aksinya diketahui warga.
“Yang melihat langsung ketakutan dan tidak berani mengejar karena khawatir terjadi sesuatu,” katanya.
Aksi pria misterius tersebut dilaporkan berpindah-pindah lokasi, mulai dari Perumahan Mutiara Hijau, Perumahan Merah Putih, hingga Perumahan Wonorejo yang berada di kawasan Dukuh Wonolapan.
Mayoritas warga yang memergoki pelaku secara langsung merupakan ibu rumah tangga. Kondisi itu membuat keresahan semakin meluas karena warga khawatir pelaku memiliki niat lain yang membahayakan.
Meski hingga kini belum ada laporan kehilangan barang maupun tindak kriminal lain, warga mengaku tetap waswas. Sebagian warga bahkan mulai membatasi aktivitas malam dan memilih menutup pintu rumah lebih awal.