Belajar dari Papua, Aktivis Ingatkan Potensi Konflik dan Ancaman Lingkungan di Gunung Lawu

Film Dokumenter Pesta Babi Jadi Ruang Refleksi Masa Depan Gunung Lawu Aktivis Lingkungan di Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat dampak eksploitasi sumber daya alam di Papua menjadi bahan refleksi bagi aktivis, akademisi, dan pemuda di Karanganyar. 

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Mereka menilai berbagai persoalan yang terjadi di sejumlah daerah, mulai dari konflik sosial hingga kerusakan lingkungan, perlu menjadi pelajaran penting dalam mengawal masa depan Gunung Lawu.

Pesan itu mengemuka dalam diskusi publik usai pemutaran film Pesta Babi yang digelar Forum Relawan Penjaga Gunung Lawu (FRPGL) pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di area parkir Masjid Besar Al-Mukarromah Karanganyar, Jumat (5/6/2026) malam.

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Dalam diskusi tersebut, peserta menyoroti berbagai dinamika pembangunan yang mulai berkembang di kawasan Gunung Lawu, termasuk rencana pengembangan energi panas bumi (geotermal) yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), serta pesatnya pertumbuhan sektor wisata di kawasan lereng gunung.

Koordinator FRPGL, Aan Shopuanuddin, mengatakan pemutaran film Pesta Babi sengaja dipilih karena memiliki relevansi dengan kegelisahan sebagian masyarakat terhadap masa depan Gunung Lawu. 

img_title RDTR Jadi Modal Baru Karanganyar Gaet Investor, Pemkab Siapkan Kolaborasi Berkelanjutan dengan Asosiasi

Menurutnya, pengalaman daerah lain menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat memicu persoalan sosial yang berkepanjangan apabila tidak dikelola secara bijak.

"Film ini menjadi ruang belajar bersama. Masyarakat perlu memahami berbagai kemungkinan yang bisa terjadi agar memiliki kesadaran dan kesiapan dalam mengawal lingkungan tempat mereka hidup," kata Aan.

Ia menegaskan, Gunung Lawu bukan sekadar kawasan pegunungan, melainkan bentang alam yang memiliki fungsi penting sebagai kawasan resapan air, penyangga ekosistem, sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, David Efendi, menilai film yang diputar menghadirkan potret nyata mengenai dampak eksploitasi sumber daya alam yang terjadi di berbagai wilayah.

Menurutnya, masyarakat perlu belajar dari pengalaman daerah lain agar mampu mengantisipasi potensi persoalan yang mungkin muncul di kemudian hari.

David menjelaskan, berbagai proyek pemanfaatan sumber daya alam di banyak daerah sering kali memunculkan tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga hubungan sosial di tengah masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title