Satgas MBG Karanganyar Beberkan Penyebab Sejumlah Dapur Belum Beroperasi

Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karanganyar belum beroperasi secara penuh. 

img_title Jelang MBG Kembali Berjalan, Tiga Dapur di Karanganyar Diusulkan Dievaluasi, Ini Penyebabnya

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Karanganyar sekaligus Kepala Satgas MBG Karanganyar, Adhe Eliana, menjelaskan bahwa belum beroperasinya sejumlah dapur bukan semata-mata karena persoalan administrasi maupun pendanaan. 

img_title Guru Besar UGM Soroti Tata Kelola Program MBG, Minta Penerima Manfaat Lebih Tepat Sasaran

Menurutnya, sebagian dapur masih menjalani proses evaluasi dan pembenahan agar memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Adhe mengatakan pemerintah ingin memastikan setiap dapur yang beroperasi benar-benar siap memberikan layanan terbaik kepada para penerima manfaat, mulai dari siswa hingga kelompok masyarakat lainnya yang menjadi sasaran Program MBG.

img_title AM Menang Praperadilan, Wabup Karanganyar Buka Suara soal Peluang Aktif Kembali sebagai ASN

“Kalau ada yang kurang bagus tentu harus diperbaiki. Kalau belum memenuhi standar ya harus dibenahi terlebih dahulu,” kata Adhe saat ditemui di rumah dinas Wakil Bupati Karanganyar, Senin (8/6/2026). 

Menurutnya, evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan operasional dapur. Mulai dari kesiapan fasilitas, kapasitas produksi makanan, hingga sarana pendukung yang menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kelayakan fasilitas pendukung, termasuk sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kesiapan dapur dalam melayani jumlah penerima manfaat sesuai kapasitas yang dimiliki.

Adhe menegaskan dapur yang belum memenuhi ketentuan tidak dapat dipaksakan untuk tetap beroperasi. Langkah tersebut diperlukan agar makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada penerima manfaat benar-benar memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan.

“Tujuan utamanya adalah memastikan makanan yang diterima masyarakat aman, sehat, dan sesuai standar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tim Satgas MBG bersama petugas Badan Gizi Nasional (BGN) secara rutin melakukan pemantauan langsung ke dapur-dapur MBG di Karanganyar. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan yang perlu dilakukan oleh masing-masing penyelenggara.

“Setiap hari kami turun ke lapangan untuk melihat kondisi dapur dan memastikan proses pembenahan berjalan,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title