Ki Purbo Asmoro Pentaskan Pandhawa Labuh di Dies Natalis ke 50 UNS, Terbuka Gratis untuk Masyarakat
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menghadirkan dalang nasional Ki Purbo Asmoro dalam pagelaran wayang kulit yang menjadi salah satu agenda budaya utama perayaan Dies Natalis ke-50 UNS.
Pertunjukan dengan lakon Pandhawa Labuh tersebut akan digelar di Halaman Gedung Rektorat UNS pada Sabtu (13/6/2026) mulai pukul 19.00 WIB dan terbuka gratis untuk masyarakat.
Memasuki usia setengah abad, UNS tidak hanya merayakan pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat komitmennya dalam pelestarian budaya bangsa.
Melalui pagelaran wayang kulit ini, kampus berharap dapat menghadirkan ruang apresiasi budaya sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
UNS menyatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Indonesia sembari menanamkan nilai-nilai karakter yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Karena itu, perayaan Dies Natalis ke-50 tidak hanya diisi agenda akademik, tetapi juga kegiatan budaya yang dapat dinikmati publik secara luas.
Lakon Pandhawa Labuh dipilih karena dinilai memiliki keterkaitan dengan perjalanan UNS selama 50 tahun. Cerita tersebut menggambarkan semangat untuk terus bertumbuh, berbenah, dan memberikan dampak terbaik bagi masyarakat sekitar, baik melalui kontribusi akademik maupun praktik pengabdian yang dilakukan perguruan tinggi.
Dalam kisah pewayangan itu, Pandhawa digambarkan menghadapi situasi ketika angkara murka, keserakahan, dan ketidakjujuran merajalela.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, mereka memilih menempa diri melalui laku budi pekerti dan darma kehidupan sebagai bekal untuk mengabdi kepada sesama.
Perjuangan Pandhawa kemudian diwujudkan melalui upaya menegakkan keadilan, membebaskan Negeri Ekacakra dari kesewenang-wenangan, serta menghadapi berbagai ujian demi mewujudkan kehidupan yang lebih maju, makmur, dan sejahtera.
Nilai-nilai itulah yang dinilai masih relevan dengan tantangan kehidupan modern dan selaras dengan peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tentang integritas, kepemimpinan, pengabdian, dan keberpihakan kepada kepentingan publik menjadi benang merah yang ingin dihadirkan melalui pertunjukan tersebut.
Di sisi lain, kehadiran Ki Purbo Asmoro juga diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk kembali menikmati seni pertunjukan tradisional yang sarat nilai pendidikan dan kebudayaan.