Akhirussanah Al Azhar IIBS Angkatan III Usung Semangat Diponegoro, 60 Persen Lulusan Diterima di PTN Ternama
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Semangat perjuangan Pangeran Diponegoro menjadi pesan utama dalam Akhirussanah Angkatan III Al Azhar International Islamic Boarding School (IIBS) Karanganyar.
Melalui tema "From the Legacy of Mataram to the Heritage of Nusantara", sekolah mengajak para lulusan untuk membawa nilai keislaman, kepemimpinan, dan kepedulian sosial saat melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri.
Lebih dari 50 siswa jenjang SMA diwisuda dalam prosesi yang digelar di Hotel Anaya Azana Boutique Tawangmangu.
Sekitar 60 persen lulusan tahun ini telah diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui berbagai jalur seleksi dan prestasi.
Sejumlah lulusan lainnya juga memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri melalui program beasiswa.
Direktur International Affairs & Public Relations Al Azhar IIBS, Ahmad Zulfiqar Azizurrahman Al Arif, mengatakan setiap tema Akhirussanah dirancang untuk menghadirkan pesan yang relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Menurutnya, sosok Diponegoro dipilih karena tidak hanya dikenal sebagai pahlawan nasional, tetapi juga ulama yang menunjukkan keteguhan iman, integritas, keberanian, dan kepedulian terhadap masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan bagi generasi muda yang akan memasuki dunia perkuliahan dan kehidupan yang lebih luas.
"Kami berharap anak-anak yang lulus hari ini memiliki kepekaan terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, terus meningkatkan ilmu, keimanan, dan ketakwaan, serta mampu mengambil peran dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (13/6/2026).
Ia menjelaskan, tema tahun ini juga disesuaikan dengan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era global. Karena itu, para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan nilai yang kuat sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.
Keberhasilan para lulusan, kata Ahmad Zulfiqar, tidak semata diukur dari kampus tujuan. Ia menuturkan sejumlah alumni yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri turut mengambil peran dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan tempat mereka belajar.