TC NPC Solo Bakal Dikembangkan Lagi, Kebutuhan Anggaran Diperkirakan Capai Rp400 Miliar

Pengembangan TC NPC Solo Dilanjutkan, GOR Kedua hingga Gedung Edukasi Jadi Prioritas
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pengembangan Training Center (TC) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Solo akan kembali dilanjutkan.

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Sejumlah fasilitas yang menjadi prioritas pembangunan meliputi GOR kedua, skybridge, gedung edukasi, pagar kawasan, serta penyediaan genset pendukung.

Kepastian tersebut disampaikan Dody saat meninjau kompleks TC NPC Indonesia. Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini bukan pembangunan asrama baru, melainkan penyelesaian fasilitas penunjang yang dibutuhkan atlet dan pengelola kawasan.

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

"Kebutuhan utamanya sekarang GOR kedua, skybridge, genset, gedung edukasi, dan pagar kawasan," kata Dody, Senin (15/6/2026). 

Ia menjelaskan, pembangunan skybridge diperlukan untuk memudahkan mobilitas atlet antarbangunan, terutama saat terjadi gangguan listrik maupun kondisi cuaca yang kurang mendukung. 

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Sementara itu, keberadaan genset dinilai penting agar aktivitas latihan dan pertandingan tetap berjalan ketika terjadi pemadaman listrik.

Untuk mendukung pembangunan lanjutan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp400 miliar.

"Kurang lebih sekitar Rp400 miliar," ujarnya.

Dody mengatakan pekerjaan pembangunan ditargetkan mulai berjalan tahun ini melalui kelanjutan kontrak pekerjaan yang sebelumnya telah berlangsung.

Menurutnya, waktu pengerjaan diperkirakan membutuhkan enam hingga tujuh bulan. Namun untuk penyelesaian seluruh paket pembangunan, prosesnya bisa berlangsung hingga mendekati satu tahun.

"Bisa enam sampai tujuh bulan. Kalau keseluruhan kemungkinan hampir satu tahun," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dody juga mengungkapkan adanya perubahan prioritas pembangunan di kawasan TC NPC Indonesia. Rencana pembangunan asrama baru untuk sementara ditunda karena kapasitas hunian yang tersedia saat ini masih mencukupi.

Sebagai gantinya, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan gedung edukasi yang diusulkan NPC Indonesia.

Menurut Dody, keputusan tersebut diambil agar anggaran yang tersedia dapat digunakan untuk fasilitas yang lebih mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi pengembangan atlet.

"Asrama yang sekarang masih cukup dan masih ada yang lowong. Daripada membangun sesuatu yang mubazir, lebih baik dialihkan untuk gedung edukasi yang memang dibutuhkan," jelasnya.

Meski demikian, pembangunan asrama tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang dan akan dipertimbangkan kembali apabila kapasitas yang ada sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan atlet.

Halaman Selanjutnya
img_title