Malam 1 Suro 2026, Kawasan Gunung Lawu Dipadati 2.474 Pengunjung, Pendakian Diawasi Ketat
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Perayaan malam 1 Suro 2026 kembali membawa lonjakan aktivitas di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar.
Ribuan pendaki, wisatawan, dan peziarah memadati jalur pendakian maupun destinasi wisata di lereng Lawu yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat tradisi spiritual masyarakat Jawa saat pergantian Tahun Baru Jawa.
Data Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar hingga Rabu (17/6/2026) pukul 13.00 WIB mencatat total 2.474 aktivitas kunjungan di kawasan Gunung Lawu.
Jumlah tersebut berasal dari pendaki yang memasuki jalur resmi pendakian serta wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata unggulan.
Kepala Bidang Operasional dan Pengembangan PUD Aneka Usaha Karanganyar, Titin Riyadiningsih, mengatakan jalur pendakian masih menjadi tujuan utama masyarakat yang datang pada momentum malam 1 Suro.
Berdasarkan data yang dihimpun, jalur Cemoro Kandang menjadi jalur pendakian terpadat dengan 776 pendaki. Sementara jalur Ceto mencatat 666 pendaki. Dengan demikian, total pendaki yang melakukan pendakian Gunung Lawu mencapai 1.442 orang.
Selain pendakian, objek wisata di kawasan lereng Lawu juga mengalami peningkatan kunjungan.
Destinasi Pringgondani menjadi lokasi paling ramai dengan 898 pengunjung, sedangkan kawasan Saraswati menerima 134 wisatawan.
Tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan tradisi malam 1 Suro masih menjadi daya tarik kuat bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Sebagian pengunjung memilih mendaki hingga puncak Gunung Lawu, sementara lainnya melakukan ziarah, tirakat, maupun menikmati suasana malam pergantian tahun Jawa di kawasan pegunungan tersebut.
Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung, pengelola menerjunkan relawan di seluruh jalur pendakian guna memperkuat pengawasan dan pelayanan terhadap pendaki.
Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, mengatakan seluruh pos pendakian disiagakan selama momentum malam 1 Suro.
"Pengamanan jalur pendakian melibatkan para relawan yang ditempatkan pada semua pos pendakian," kata Samidi.
Menurutnya, pengawasan diperketat karena keselamatan pendaki menjadi prioritas utama di tengah tingginya aktivitas pendakian Gunung Lawu.
Seluruh pendaki diwajibkan melakukan registrasi di basecamp sebelum memulai perjalanan. Pendaki yang tidak terdaftar tidak diperkenankan melanjutkan pendakian menuju puncak.
Selain kewajiban registrasi, pengelola juga mewajibkan pendaki mematuhi ketentuan jam turun gunung yang telah ditetapkan untuk masing-masing jalur pendakian.