Di Balik Sukses Konferensi PWI Surakarta, Ada Telepon Tengah Malam dan Perjuangan Panitia
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Tak banyak yang mengetahui, keputusan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, untuk membuka Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta 2026 ternyata baru dipastikan hanya beberapa jam sebelum acara dimulai.
Di balik suksesnya forum demokrasi organisasi wartawan itu, tersimpan kisah kerja keras panitia yang berpacu dengan waktu demi memastikan kehadiran orang nomor dua di Pemerintah Kota Surakarta tersebut.
Harapan itu bermula dari sebuah sambungan telepon yang dilakukan Wakil Sekretaris Panitia Konferensi PWI Surakarta, Asep Abdullah Rowi, kepada Astrid pada larut malam.
Menindaklanjuti arahan PWI Pusat, panitia harus segera memastikan kesediaan Wakil Wali Kota Surakarta untuk hadir sekaligus membuka konferensi. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Astrid memberikan jawaban singkat yang seketika membangkitkan optimisme panitia.
"Insya Allah saya hadir," jawab Astrid, seperti diceritakan Asep.
Meski demikian, jawaban tersebut belum sepenuhnya menghapus kegelisahan panitia. Kepastian baru benar-benar dirasakan setelah agenda kerja resmi Wakil Wali Kota Surakarta diterbitkan dan mencantumkan kehadiran Astrid Widayani untuk membuka Konferensi PWI Surakarta 2026 di Monumen Pers Nasional.
Bagi panitia, kepastian itu menjadi titik balik setelah berhari-hari bekerja nyaris tanpa mengenal waktu.
Seluruh elemen panitia bahu-membahu menuntaskan setiap detail persiapan, mulai dari berkoordinasi dengan PWI Pusat, menyusun rangkaian acara, menata ruang konferensi, memastikan kehadiran peserta, hingga menyambut tamu-tamu kehormatan.
Tanggung jawab panitia semakin besar karena konferensi kali ini mendapat perhatian khusus dari PWI Pusat. Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh, bersama Ketua Bidang Pembinaan Daerah PWI Pusat, Mirza Zulhadi, hadir untuk mengawal langsung jalannya konferensi sekaligus memastikan proses regenerasi kepemimpinan PWI Surakarta berlangsung sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga organisasi.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Astrid Widayani hadir sesuai komitmennya dan secara resmi membuka Konferensi PWI Surakarta 2026 di Monumen Pers Nasional.
Dalam sambutannya, Astrid menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Pers, menurutnya, tidak hanya menjalankan fungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memikul tanggung jawab mencerdaskan masyarakat, menjalankan kontrol sosial, menjaga kepercayaan publik, sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi maraknya penyebaran hoaks.