Call Fight Jadi Ajang Kebangkitan Tinju Karanganyar, 46 Petinju dari Berbagai Daerah Turun ke Ring

46 Petinju Ramaikan Call Fight, Jadi Ajang Kebangkitan Tinju Karanganyar Jelang Porprov Jateng
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja -Sebanyak 46 petinju dari berbagai daerah turun ke atas ring dalam ajang Call Fight yang digelar Warrior Boxing Karanganyar

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Kejuaraan tersebut menjadi salah satu upaya membangkitkan kembali cabang olahraga tinju di Bumi Intanpari sekaligus ajang pemanasan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.

Peserta yang ambil bagian berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Karanganyar, Yogyakarta, Surabaya, Wonogiri hingga Sragen. Sejumlah atlet yang telah lolos Porprov Jawa Tengah turut memanfaatkan ajang tersebut untuk mengasah kemampuan sebelum tampil di level provinsi.

img_title RDTR Jadi Modal Baru Karanganyar Gaet Investor, Pemkab Siapkan Kolaborasi Berkelanjutan dengan Asosiasi

Sekretaris Panitia Call Fight, Muhammad Philip Amsur, mengatakan kejuaraan tersebut digelar berangkat dari berbagai masukan yang menyebut cabang olahraga tinju di Karanganyar masih tertinggal dibandingkan cabang olahraga lainnya. 

Karena itu, diperlukan lebih banyak kompetisi untuk menghidupkan kembali atmosfer pertandingan dan memperkuat pembinaan atlet.

img_title Evakuasi Pendaki Lawu Cedera Habiskan Rp12 Juta, PUD Aneka Usaha Benahi Jalur

"Selama ini kami mendapat banyak masukan bahwa tinju menjadi salah satu cabor yang tertinggal. Karena itu, kami membuat event ini untuk menaikkan greget dan membangun iklim olahraga yang lebih sehat," kata Philip, Minggu (32/6/2026). 

Menurut dia, keberadaan kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Selain menjaga atmosfer persaingan, ajang tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Dalam kejuaraan tersebut, panitia mempertandingkan delapan kelas dengan sistem amatir berdasarkan pembagian berat badan. Selisih berat antarpetinju dibatasi maksimal tiga kilogram sesuai regulasi yang berlaku. Peserta yang melebihi batas tersebut akan dikenai penalti.

Untuk menjaga kualitas pertandingan, panitia melibatkan perangkat wasit dari Karanganyar dan sejumlah daerah di Solo Raya.

Philip mengatakan, Call Fight juga dimanfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Jawa Tengah. Saat ini, Karanganyar memiliki tujuh atlet tinju yang telah memastikan tiket ke pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

Sejumlah petinju tuan rumah turut tampil dalam kejuaraan tersebut, termasuk Sezar yang dijadwalkan menghadapi Bang Burhanudin di kelas 11. Kehadiran petinju yang lebih senior diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman bagi atlet-atlet muda.

Selain itu, Warrior Boxing Karanganyar bersama tim pelatih berencana mengirim para atlet untuk mengikuti ajang Big Eight Sukoharjo pada Agustus mendatang. Atlet yang lolos nantinya akan memperoleh golden ticket dan dukungan pembiayaan dari tim.

Halaman Selanjutnya
img_title