Pembacokan Tiga Pesilat hingga Ambulans Terhambat Warnai Malam Pengesahan di Karanganyar
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Malam pengesahan salah satu perguruan silat di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (20/6/2026), diwarnai serangkaian insiden.
Tiga anggota perguruan silat diduga menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK), sementara kemacetan panjang yang terjadi di sejumlah ruas jalan dilaporkan sempat menghambat laju ambulans saat hendak menjemput pasien hingga pasien tersebut meninggal dunia.
Insiden pembacokan terjadi di depan PT Bintang Abadi Persada, Jalan Raya Solo-Tawangmangu, wilayah Ngemplak, Kecamatan Karangpandan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi, ketiga korban mengalami luka pada bagian tangan dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepadatan arus lalu lintas mulai terjadi sejak Sabtu malam seiring membludaknya peserta dan penggembira pengesahan perguruan silat.
Arus kendaraan terpantau padat mulai dari kawasan Terminal Karangpandan hingga jalur menuju pusat Kota Karanganyar dan berlangsung hingga Minggu dini hari.
Ngadiman, warga Kecamatan Kerjo, mengatakan dirinya berada di sekitar lokasi ketika peristiwa pembacokan terjadi. Menurut dia, tiga orang mengalami luka dan sempat mendapat pertolongan dari rekan-rekannya sebelum dibawa ke rumah sakit.
"Yang saya lihat lukanya di tangan semua. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit oleh teman-temannya," ujar Ngadiman kepada VIVA Jogja, Minggu (21/6/2026).
Kemacetan yang terjadi pada malam itu juga berdampak terhadap mobilitas kendaraan darurat.
Seorang petugas ambulans yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, kendaraan yang dikemudikannya sebelumnya digunakan untuk mengantar korban dugaan pembacokan ke rumah sakit.
Setelah menyelesaikan tugas tersebut, ambulans kembali menerima panggilan untuk menjemput pasien lain. Namun, saat melintas di kawasan Bejen, perjalanan kendaraan tersebut sempat terhambat akibat kepadatan arus lalu lintas.
Menurut petugas tersebut, kondisi pasien sudah mengalami sesak napas saat tim medis tiba di lokasi. Pasien kemudian dibawa ke puskesmas, namun setibanya di fasilitas kesehatan tersebut pasien dinyatakan meninggal dunia.
Sejumlah pengguna jalan juga mengeluhkan kemacetan panjang yang terjadi di kawasan Karangpandan hingga pusat Kota Karanganyar. Tingginya volume kendaraan peserta dan penggembira menyebabkan arus lalu lintas tersendat hingga Minggu dini hari.