Bus Pendaki Gunung Lawu Hantam Warung di Karanganyar, 22 Penumpang Terluka
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Perjalanan pulang rombongan pendaki Gunung Lawu asal Jakarta berubah menjadi petaka.
Bus Sumber Berlian Jaya bernopol B 7558 YN yang membawa sekitar 65 orang mengalami kecelakaan tunggal di jalur Kemuning - Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (22/6/2026) dini hari.
Diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melintasi jalur menurun, kendaraan tersebut melaju tak terkendali hingga menghantam warung makan Mbak Ning dan sebuah tiang listrik di tepi jalan.
Akibat insiden yang terjadi sekitar pukul 01.40 WIB tersebut, sedikitnya 22 penumpang mengalami luka-luka. Sebagian besar korban mengalami luka ringan, sementara sejumlah lainnya harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Direktur Utama RSUD Karanganyar Arif Setyoko mengatakan delapan korban sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karanganyar setelah kecelakaan terjadi.
"Dari delapan pasien yang masuk IGD, tujuh pasien menjalani rawat jalan dan satu pasien masih menjalani rawat inap," ujar Arif.
Salah seorang peserta sekaligus tour leader rombongan, Raka Aditya Samanta (17), mengungkapkan suasana mencekam mulai terasa ketika kru bus memberi tahu bahwa kendaraan mengalami masalah pada sistem pengereman. Saat itu sebagian besar penumpang masih tertidur karena perjalanan dilakukan pada dini hari.
Berada di bagian depan bus, Raka mengaku langsung meminta beberapa rekannya berpindah ke bagian tengah kendaraan setelah mendengar peringatan tersebut.
"Posisi saya ada di depan. Waktu kru memberi tahu rem bermasalah, saya langsung meminta teman-teman yang di depan untuk bergeser ke tengah. Tidak lama setelah itu, bus menghantam bangunan di pinggir jalan," ujar Raka saat ditemui di RSUD Karanganyar, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, kepanikan tak terhindarkan ketika kendaraan mulai kehilangan kendali di jalur menurun kawasan Kemuning. Penumpang yang sebelumnya tertidur mendadak terbangun dan berteriak setelah merasakan laju bus tidak lagi normal.
"Semuanya panik. Penumpang yang tidur langsung bangun dan suasananya sangat gaduh sebelum akhirnya terjadi benturan," katanya.
Rombongan tersebut diketahui baru saja menyelesaikan pendakian Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho. Mereka memulai pendakian pada Sabtu (20/6/2026) dan turun kembali pada Minggu (21/6/2026) malam.