Paket Minyak Goreng Bantuan Pangan 2026 di Karanganyar Diduga Berbau Solar, Warga Keluhkan Aroma Menyengat
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Paket Minyak Goreng Bantuan Pangan Tahun 2026 yang diterima warga RT 1 RW 7, Tegal Gede, Kabupaten Karanganyar, menuai keluhan.
Warga mengaku mencium aroma menyengat yang diduga menyerupai bau solar dari minyak goreng bantuan tersebut.
Keluhan itu membuat sejumlah penerima manfaat memilih mengembalikan bantuan melalui kelurahan karena khawatir kualitasnya tidak layak digunakan.
Keluhan mengenai kualitas paket minyak goreng Bantuan Pangan Tahun 2026 mencuat dari lingkungan RT 1 RW 7, Tegal Gede, Kabupaten Karanganyar. Minyak goreng yang baru diterima warga itu disebut mengeluarkan aroma tidak biasa yang diduga menyerupai bau solar.
Ketua RT 1 RW 7 Tegal Gede, Yono (53), mengatakan laporan dari warga mulai berdatangan tidak lama setelah bantuan dibagikan.
Hampir seluruh warga yang menyampaikan keluhan, kata dia, mengungkapkan persoalan yang sama, yakni aroma minyak goreng yang menyengat.
"Rata-rata keluhannya karena bau solar," ujar Yono saat ditemui wartawan, Rabu (24/6/2026).
Menurut Yono, paket bantuan tersebut diterima warga pada Senin. Namun, setelah dibawa pulang dan diperiksa, sejumlah penerima manfaat mendatangi dirinya untuk melaporkan kondisi minyak goreng yang dinilai tidak seperti biasanya.
Keluhan tersebut, lanjut Yono, langsung diteruskan dengan mengarahkan warga agar mengembalikan minyak goreng bantuan melalui pihak kelurahan.
Langkah itu dilakukan agar laporan masyarakat dapat segera diteruskan kepada instansi yang bertanggung jawab atas penyaluran bantuan.
"Yang mengeluh langsung kami arahkan untuk dikembalikan lewat kelurahan," katanya.
Di wilayah RT 1 RW 7, terdapat sekitar 15 penerima paket minyak goreng Bantuan Pangan Tahun 2026.
Meski demikian, Yono mengaku belum dapat memastikan apakah seluruh penerima mengembalikan bantuan tersebut karena tidak semua warga melapor kepadanya.
"Saya tidak tahu semuanya dikembalikan atau tidak. Yang jelas, warga yang mengeluh langsung mengembalikannya," ungkapnya.
Yono menuturkan, warga memilih tidak mengambil risiko menggunakan minyak goreng yang diduga berbau solar.
Mereka berharap ada kepastian dari pemerintah mengenai penyebab munculnya aroma tersebut serta jaminan bahwa bantuan yang diterima masyarakat benar-benar aman digunakan.
Menurutnya, bantuan pangan merupakan program yang sangat dinantikan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan. Karena itu, kualitas produk yang disalurkan harus dipastikan tetap terjaga hingga diterima oleh masyarakat.