Warga Karanganyar Ramai-Ramai Kembalikan Minyak Goreng Bantuan, Hampir 850 Paket Ditarik untuk Diganti
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sebanyak hampir 850 paket minyak goreng bantuan pangan yang telah dibagikan kepada warga Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Karanganyar, dikembalikan secara massal.
Langkah itu dilakukan setelah sejumlah penerima manfaat mengeluhkan aroma tidak lazim pada minyak goreng yang mereka terima, bahkan disebut menyerupai bau solar.
Pengembalian dilakukan secara menyeluruh terhadap minyak goreng bantuan yang telah terdistribusi kepada warga. Meski tidak semua produk dipastikan mengalami masalah, kekhawatiran yang telanjur menyebar membuat masyarakat memilih menyerahkan kembali seluruh minyak goreng untuk ditukar dengan produk baru.
Kepala Kelurahan Tegal Gede, Bowo Budi Setyo, memastikan keluhan warga hanya terkait minyak goreng bantuan pangan. Sementara beras yang disalurkan dalam program yang sama tidak menimbulkan permasalahan.
"Kalau beras tidak ada masalah. Yang menjadi keluhan warga hanya minyak gorengnya. Ada warga yang menyampaikan minyak tersebut berbau minyak dan berbau solar," kata Bowo pada VIVA Jogja, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, setelah menerima laporan dari masyarakat, pihak kelurahan langsung meminta seluruh penerima bantuan mengumpulkan kembali minyak goreng yang telah diterima.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi sekaligus untuk menjaga ketenangan warga sambil menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.
Hasilnya, hampir seluruh minyak goreng bantuan yang telah dibagikan berhasil dikumpulkan kembali. Selanjutnya, produk tersebut diserahkan melalui mekanisme yang telah dikoordinasikan dengan pihak penyalur bantuan untuk proses penarikan dan penggantian.
"Ternyata semuanya dikembalikan. Kami minta dikumpulkan ke kantor kelurahan dan kemudian kami koordinasikan lebih lanjut," ujarnya.
Bowo menjelaskan, laporan mengenai temuan tersebut telah disampaikan melalui jalur koordinasi bantuan sosial. Menindaklanjuti laporan itu, pihak terkait telah menjadwalkan penggantian minyak goreng sesuai jumlah yang dikembalikan warga.
Sekitar 850 paket minyak goreng yang ditarik dari masyarakat akan diganti dengan produk baru dalam jumlah yang sama. Penggantian dilakukan agar hak penerima bantuan tetap terpenuhi sekaligus menghilangkan keraguan masyarakat terhadap kualitas produk yang diterima.
Menariknya, penarikan tidak hanya mencakup minyak goreng yang dikeluhkan warga. Produk yang belum digunakan dan tidak menunjukkan indikasi masalah juga ikut dikembalikan karena sebagian besar penerima bantuan memilih menunggu distribusi pengganti yang telah dijanjikan.