Dari Anak Transmigran Jadi Kepala Daerah, Kisah Sukses Putra Jawa Tengah di Lampung

Kisah Sukses Anak Transmigran Asal Jawa Tengah
Sumber :
  • VIVA Jogja/Humas Pemprov Jateng

LAMPUNG, VIVA Jogja – Ketekunan, keteguhan, dan etos kerja tinggi menjadi kunci keberhasilan banyak transmigran asal Jawa Tengah yang merantau dan menetap di berbagai daerah, termasuk Provinsi Lampung.

img_title Sego Menir Rp3 Ribu di Jepara Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Kesuksesan itu tak hanya diraih secara personal, tetapi juga berlanjut hingga generasi berikutnya. Salah satu kisah inspiratif datang dari Riyanto Pamungkas, Bupati Pringsewu periode 2025–2030.

Ia merupakan anak bungsu dari sebelas bersaudara, lahir dari pasangan orang tua asal Jawa yang melakukan transmigrasi mandiri ke Lampung pada 1956.

img_title Maraknya OTT Kepala Daerah, Biaya Politik dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan

Riyanto menuturkan, kontribusi masyarakat Jawa dari berbagai daerah di Pulau Jawa sangat besar bagi pembangunan Lampung. Nilai kerja keras orang tuanya menjadi fondasi kesuksesannya.

Sang ayah bekerja sebagai buruh, sementara ibunya meracik kopi rumahan untuk menopang keluarga. Berangkat dari latar belakang sederhana, Riyanto mulai merintis usaha kopi sangrai pada usia 21 tahun.

img_title Menanam dari Rumah: Cara Sederhana Mewujudkan Hidup Hijau dan Berkelanjutan

Usahanya berkembang hingga mampu mendirikan pabrik kopi bermerek Klangenan pada 2010 yang menyerap ratusan tenaga kerja lokal. Keberhasilan itu mengantarkannya dipercaya memimpin Kabupaten Pringsewu.

Ia menyebut mayoritas penduduk Pringsewu berasal dari Jawa, dengan persentase mencapai sekitar 70 persen. Sebagai Pujakesuma atau putra Jawa kelahiran Sumatra, Riyanto merasa memiliki tanggung jawab besar memimpin masyarakat hingga 2030.

Ia pun berpesan kepada para perantau asal Jawa Tengah di mana pun berada agar memegang teguh etos kerja, keteguhan, serta semangat bertahan tanpa melupakan jati diri.

Kisah serupa juga ditunjukkan Wakil Gubernur Lampung periode 2025–2030, Jihan Nurlela. Putri keluarga transmigran yang datang ke Lampung pada 1982 ini lahir dan besar di daerah tersebut.

Ayahnya berasal dari Jawa Timur, sedangkan ibunya dari Rembang, Jawa Tengah. Jihan mengajak masyarakat Jawa, khususnya diaspora Jawa Tengah, untuk terus menjaga budaya luhur dan mewariskannya kepada generasi penerus.

Ia juga mendorong agar masyarakat transmigran aktif berkontribusi dalam pembangunan, baik di daerah tempat tinggal saat ini maupun daerah asal.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang berkunjung ke Lampung menilai masyarakat asal Jawa Tengah di wilayah transmigrasi telah berhasil membangun kehidupan yang sejahtera.

Menurutnya, kunci keberhasilan tersebut adalah kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa meninggalkan nilai budaya asal.