Roti “Sehat” yang Bikin Ketagihan? Sourdough Solo Ini Diserbu, Bukan Cuma Tren!

Sourdough hits di Solo
Sumber :
  • VIVA Jogja/IG sijajanjalan

VIVA Jogja - Di tengah menjamurnya roti manis penuh gula dan topping berlimpah, satu nama justru tampil “melawan arus”. SOFDOH (Soft Sourdough) - Supomo hadir membawa konsep yang terdengar sederhana, tapi diam-diam mengguncang selera warga Solo: roti sehat berbasis sourdough.

img_title Wedangan Pendopo Yoso Hadirkan Suasana Kuliner Solo di FIM by Zigna Hotel Solo

Bukan sekadar jargon, roti ini difermentasi menggunakan ragi alami, menghasilkan tekstur khas dengan kandungan gula dan gluten yang lebih rendah. Efeknya? Lebih ramah di perut, tidak bikin eneg, dan cocok untuk mereka yang mulai sadar pentingnya pola makan seimbang.

Menariknya lagi, roti ini bahkan mendapat pengakuan dari dr. Tirta, sosok yang dikenal vokal soal gaya hidup sehat. Approval tersebut bukan hanya menaikkan popularitas, tapi juga memperkuat posisi sourdough sebagai alternatif serius di tengah dominasi roti konvensional. Namun, satu hal yang sering jadi skeptisisme publik terhadap makanan sehat adalah rasa.

img_title Pioneer Beef Noodle Taiwan di Jogja! Kuah Gurih Seger, Beef Melimpah Dekat UII

Di titik ini, SOFDOH justru bermain cerdas. Mereka tidak memaksa lidah untuk “beradaptasi”, tapi justru menghadirkan rasa yang tetap nikmat sejak gigitan pertama. Varian yang ditawarkan pun tidak main-main. Dari pilihan klasik dengan cita rasa autentik hingga kreasi unik yang menggoda rasa penasaran, semuanya dirancang untuk satu tujuan: membuktikan bahwa sehat tidak harus membosankan.

Tekstur roti yang sedikit chewy di luar namun lembut di dalam memberi pengalaman makan yang berbeda. Ditambah lagi, karakter sourdough yang membuat kenyang lebih lama menjadikannya pilihan ideal untuk sarapan, bekal perjalanan, hingga teman santai saat ngopi. Fenomena ini seolah menjadi sinyal perubahan gaya hidup masyarakat urban.

img_title Kedai Mbak Pesta Jogja: Surga Kuliner Nyeleneh yang Bikin Gudeg Naik Kelas dan Salmon Jadi Rasa Jawa

Konsumen kini tidak hanya mengejar rasa, tapi juga nilai di balik makanan yang mereka konsumsi. Sourdough, yang dulu terkesan niche, kini justru menjadi simbol gaya hidup mindful—makan dengan kesadaran. Yang menarik, keberhasilan SOFDOH juga menunjukkan bahwa pasar kuliner Solo tidak lagi bisa diremehkan.

Inovasi dan keberanian memainkan konsep baru justru mendapat tempat di hati konsumen. Tak heran jika banyak pelanggan mengaku langsung “paham” setelah mencoba. Ini bukan sekadar roti, tapi pengalaman yang mengubah perspektif: bahwa sehat bisa tetap lezat, bahkan bikin nagih.

Halaman Selanjutnya
img_title