Anggita Ayu, Putri Bantul yang Siap Kibarkan Merah Putih di Istana Negara

Anggita Ayu Mahanani Hanifah
Sumber :
  • Dok Humas Pemkab Bantul

BANTUL, VIVA Jogja – Kebanggaan besar menyelimuti SMA Negeri 1 Bantul setelah salah satu siswinya, Anggita Ayu Mahanani Hanifah, resmi diumumkan sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Pelajar kelas XI asal Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul itu akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah impian yang telah lama ia cita-citakan sejak kecil.

img_title Wamen PKP Dorong Penataan Kawasan Bantul Hadapi Urbanisasi, Hunian Vertikal Jadi Salah Satu Solusi

Anggita yang akrab disapa Gita mengaku masih sulit percaya atas pencapaiannya. “Rasanya terharu, bahagia, senang sekali, bangga sama diri sendiri,” ungkapnya dengan mata berbinar. Ia menceritakan perjalanan panjang yang harus dilalui untuk bisa lolos seleksi nasional, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, hingga akhirnya berhasil mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta ke tingkat nasional.

Seleksi yang dijalani Gita tidaklah mudah. Sejak Maret, ia mengikuti seleksi di tingkat kabupaten, kemudian berlanjut ke provinsi pada Mei, dan akhirnya lolos ke tahap nasional pada Juni. Di tingkat nasional, proses verifikasi berlangsung ketat dengan berbagai tes, mulai dari kesehatan, psikotes, baris berbaris, minat bakat, hingga wawancara. “Saya sempat pasrah karena merasa ada teman yang lebih unggul. Tapi alhamdulillah bisa lolos,” tuturnya.

img_title Pemkab Bantul Resmikan Jogging Track Paseban, Targetkan Fasilitas Sehat di Tiap Kapanewon

Dukungan penuh datang dari pihak sekolah yang memberikan fasilitas tambahan agar Gita bisa tampil maksimal. Ia mendapat pelatihan tari untuk tes minat bakat, pembelajaran public speaking, hingga pendalaman sejarah Yogyakarta. Sekolah juga memberikan dispensasi belajar agar ia bisa fokus menghadapi seleksi. Dalam tes minat bakat, Gita memilih menampilkan tari Montro, tarian khas Bantul, sebagai bentuk kecintaannya terhadap budaya daerah. “Saya ingin mengenalkan tarian dari daerah saya sendiri, tari Montro kan dari Bantul,” jelasnya.

Cita-cita Gita untuk menjadi anggota TNI semakin memperkuat tekadnya menjalani setiap tahapan seleksi. Baginya, pengalaman ini bukan hanya tentang mengibarkan bendera di Istana Negara, tetapi juga langkah awal menuju masa depan yang ia impikan. “Saya ingin membuktikan bahwa anak Bantul bisa berprestasi di tingkat nasional,” katanya penuh semangat.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Silaturahmi Pemimpin Bantul Terdahulu Jadi Warna Hangat Hari Jadi ke-195