Pemkot Yogyakarta Perkuat Kapasitas Relawan Kebakaran Abdi Dalem Karaton
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya memperkuat sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran, khususnya di kawasan sumbu filosofi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Melalui kegiatan peningkatan kapasitas bagi relawan kebakaran yang dikenal dengan sebutan Nrang Dahana, Pemkot Yogyakarta menegaskan komitmennya menjaga keselamatan lingkungan sekaligus melestarikan benda dan bangunan cagar budaya yang menjadi warisan dunia.
Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa keberadaan Karaton Ngayogyakarta, Puro Pakualaman, serta kawasan sumbu filosofi menjadikan wilayah ini memiliki nilai historis dan budaya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, penanganan kebakaran di kawasan tersebut menjadi tanggung jawab besar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta. “Peningkatan kapasitas pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi para abdi dalem ini sungguh penting. Yogya memiliki sumbu filosofi yang harus kita lestarikan bersama, terutama menjaga kondisi fisik cagar budaya agar tetap terjaga,” ujarnya saat membuka kegiatan di Hotel Fortuna Suites Malioboro, Selasa (30/06/2026).
Wawan menekankan bahwa pencegahan kebakaran jauh lebih murah dibandingkan biaya penanganan ketika kebakaran sudah terjadi. Saat ini Kota Yogyakarta baru memiliki dua pos pemadam kebakaran, yakni di Balai Kota dan di Jalan Kyai Mojo. Untuk memperkuat kesiapan, Pemkot berencana menambah pos pemadam kebakaran di sekitar Alun-Alun Utara. Namun, rencana tersebut masih menunggu izin penggunaan lahan dari Karaton Ngayogyakarta. “Sampai hari ini belum dapat palilah untuk tempatnya. Mohon dibantu agar segera bisa terealisasi, karena bencana datang tiba-tiba dan tidak bisa kita rencanakan,” jelasnya.
Ia juga meminta para peserta kegiatan untuk mencermati materi dari narasumber agar sinergi antara Pemkot Yogyakarta dan relawan kebakaran semakin kuat. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan penanggulangan kebakaran di kawasan sumbu filosofi dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, Taokhid, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari pembentukan Nrang Dahana. Saat ini terdapat sekitar 60 personel relawan yang dilibatkan. Keberadaan mereka sangat penting mengingat sumbu filosofi telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. “Pos Damkar yang kita miliki baru dua, sementara posisi kraton berada di luar area buffering ideal. Karena itu, penguatan ekosistem ketahanan kebakaran lingkungan di kawasan kraton menjadi prioritas. Dengan kemampuan para abdi dalem, diharapkan jika terjadi kebakaran bisa ada respon cepat untuk mengendalikan agar tidak menimbulkan risiko lebih besar,” jelasnya.