Pemkot Yogyakarta Jangkau Warga Terlupakan di Sudut Kota

Tim Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Yogyakarta menyisir gelandangan dan pengemis
Sumber :
  • Dok Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Tim Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Yogyakarta menyisir sudut-sudut kota. Di sepanjang Jalan Brigjen Katamso dan Jalan K.H. Ahmad Dahlan, mereka tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menjangkau orang-orang yang selama ini hidup di balik kompleksitas persoalan sosial. Operasi ini melibatkan Satpol PP, Kepolisian, Linmas, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Fokus mereka adalah gelandangan dan pengemis yang kerap beraktivitas di ruas jalan tersebut.

img_title Operasi Gabungan Ungkap Peredaran Rokok Ilegal di Yogyakarta

Bagi sebagian orang, keberadaan gelandangan dan pengemis hanya sekilas terlihat di persimpangan jalan. Namun di balik itu tersimpan kisah panjang tentang kemiskinan, keterbatasan akses pekerjaan, hingga kondisi keluarga yang memaksa mereka bertahan hidup di jalanan. Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya memastikan penanganan tidak berhenti pada penertiban semata, melainkan dilanjutkan dengan perlindungan dan pendampingan. Satu per satu orang yang ditemui diajak menuju Shelter Kesejahteraan Sosial, tempat mereka bisa beristirahat, menjalani asesmen, dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

Plt. Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen bersama berbagai instansi dalam menangani persoalan sosial. “Malam hari ini kami melakukan operasi gabungan untuk gelandangan dan pengemis, berkolaborasi dengan Satpol PP, kepolisian, Linmas, dan teman-teman dari dinas sosial. Kami menyisir dua ruas jalan, yaitu Jalan K.H. Ahmad Dahlan dan Jalan Brigjen Katamso,” ujarnya. Dari hasil penyisiran, petugas menjangkau tujuh orang di kawasan Brigjen Katamso dan enam orang di Jalan K.H. Ahmad Dahlan. Ditambah dua orang yang sebelumnya sudah berada di shelter, total ada lima belas orang yang kini ditampung. Mereka akan menjalani asesmen sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

img_title Operasi Gabungan, 25 persen pengendara masih melanggar

Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa para penghuni shelter berasal dari berbagai daerah, seperti Garut, Temanggung, dan wilayah lain di luar Yogyakarta. Hal ini menegaskan bahwa gelandangan dan pengemis bukan hanya persoalan lokal, melainkan fenomena sosial yang melibatkan banyak faktor, mulai dari ekonomi, keluarga, hingga mobilitas antardaerah. Heny menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar penanganan berlangsung berkelanjutan. “Kami tetap berkomitmen bersama seluruh stakeholder untuk menjaga Kota Yogyakarta agar benar-benar nyaman. Kolaborasi inilah yang kami tekankan sehingga cita-cita mewujudkan kota yang asri, aman, sehat, bersih, dan indah dapat terwujud,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title