Kafilah MTQ Kalibawang Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten
- Istimewa
KULONPROGO, VIVA Jogja - Sebanyak 23 peserta Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kapanewon Kalibawang resmi dilepas untuk mengikuti MTQ Tingkat Kabupaten Kulonprogo yang akan digelar di SMA Negeri 1 Lendah pada Sabtu (04/07/2026). Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Ruang Riptaloka Kapanewon Kalibawang pada Jumat (3/7/2026), dengan didampingi jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibawang serta pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Acara tersebut dihadiri Panewu Kalibawang Drs Agus Wiyono Raharjo, Kawat Sosial Sudiatmini, S.IP., Kepala KUA Kalibawang beserta jajaran, serta pengurus LPTQ. Kehadiran para tokoh ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus motivasi bagi para peserta yang akan membawa nama Kalibawang di ajang tingkat kabupaten. Mewakili Ketua LPTQ Kalibawang, Akhiru Nurul Ummah, S.Sos.I., M.S.I., menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani pembinaan intensif sesuai cabang lomba masing-masing. Ia menegaskan bahwa kesiapan peserta menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan. “Para peserta telah mengikuti pembinaan secara intensif. Kami berharap mereka dapat tampil maksimal, menunjukkan kemampuan terbaik, serta menjaga nama baik Kapanewon Kalibawang selama mengikuti MTQ,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Panewu Kalibawang Agus Wiyono Raharjo memberikan motivasi agar para peserta mengikuti perlombaan dengan penuh percaya diri dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Ia menekankan bahwa prestasi memang penting untuk diraih, namun sikap dan akhlak yang baik tetap menjadi prioritas utama. “Prestasi adalah harapan, tetapi yang lebih penting adalah menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh semangat dan menjaga akhlak sebagai duta Kalibawang,” kata Agus saat melepas kontingen.
Kepala KUA Kapanewon Kalibawang turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembinaan peserta, mulai dari pemerintah kapanewon, LPTQ, para pelatih, hingga orang tua. Menurutnya, keberhasilan kafilah tidak hanya diukur dari capaian prestasi, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap para peserta tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga menjadi generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.