UMY Perkuat Internasionalisasi Lewat Kolaborasi Akademik dan Beasiswa di Laos

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Laos
Sumber :
  • Dok Humas UMY

VIVA Jogja – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperluas jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara. Melalui kunjungan resmi ke sejumlah perguruan tinggi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Laos pada Jumat (03/07/2026), UMY menjajaki peluang kerja sama yang mencakup program beasiswa, riset bersama, mobilitas akademik, hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

img_title Optimisme Kerja Menurun, Ketidakpastian Ekonomi Jadi Sorotan

Salah satu agenda penting berlangsung di Champasak University, Pakse, Laos. Delegasi UMY yang dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Direktorat Kemitraan Global dan Employability (DKGE), dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D., bersama Kepala Bidang Penjaminan Mutu Internal Badan Penjaminan Mutu UMY, Dr. Reni Budi Setianingrum, S.H., M.Kn., disambut jajaran pimpinan Champasak University, di antaranya Dr. Sengsouliya Chanthanakhod selaku Direktur Kantor Akademik dan Mr. Viengsavanh Chanthachatong selaku Direktur Kantor Administrasi. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memulai proses penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA). Sebagai langkah awal, UMY akan menyerahkan Letter of Intent (LoI) kepada Rektor Champasak University untuk diproses melalui Kementerian Pendidikan Tinggi Laos. Mengingat Champasak University merupakan perguruan tinggi negeri, proses administrasi diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan.

“Kunjungan ini merupakan langkah awal yang penting untuk membangun kolaborasi akademik berkelanjutan. Kami tidak hanya membangun hubungan antarlembaga, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di kedua universitas,” ujar dr. Farindira. Dalam kerja sama ini, Champasak University menyatakan komitmennya mengirimkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga pimpinan administrasi untuk melanjutkan studi Magister (S2) dan Doktor (S3) di UMY. Selain itu, kedua universitas menjajaki program mobilitas mahasiswa dengan kuota lima peserta setiap tahun, mencakup dukungan biaya kuliah, akomodasi, serta magang selama satu semester yang terintegrasi dengan sistem transfer kredit. Di bidang teknologi, UMY dan Champasak University sepakat mengembangkan pelatihan berbasis AI melalui lokakarya, kursus singkat, serta riset bersama.

img_title Kekeringan DIY Kian Parah, Perubahan Iklim Jadi Pemicu Krisis Air Bersih

Selain kunjungan ke Pakse, delegasi UMY juga melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Vientiane, antara lain National University of Laos, Rattana Institute of Business Administration, Soutsaka Institute of Technology, Lao-German Technical College, dan University of Health Sciences. Fokus kerja sama mencakup kuliah daring, program profesor tamu, publikasi ilmiah bersama, serta pengembangan inovasi berbasis AI untuk menjawab persoalan sosial di kawasan. Upaya internasionalisasi UMY mendapat dukungan penuh dari KBRI Vientiane. Dalam pertemuan bersama Menteri Penasihat KBRI Vientiane, Achmad Dahlan, serta Sekretaris Pertama sekaligus Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya, Meirani Budiman, dibahas sejumlah peluang kerja sama di bidang pendidikan. KBRI menyatakan kesiapan mendukung sosialisasi program beasiswa UMY, baik penuh maupun parsial, kepada akademisi perguruan tinggi dan lulusan sekolah menengah atas di Laos. “Guna mempermudah adaptasi bahasa dan budaya sebelum menempuh studi di Indonesia, KBRI juga siap memfasilitasi program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bagi calon mahasiswa asal Laos,” jelas dr. Farindira.

Halaman Selanjutnya
img_title