Pemkot Yogya dan Diwa Foundation Bedah Rumah, Prioritaskan Hunian Layak bagi Disabilitas

Walikota Yogya dalam kegiatan bedah rumah pertama dilakukan di kediaman Mursiti di Jetisharjo
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

 

img_title Menanam dari Rumah: Cara Sederhana Mewujudkan Hidup Hijau dan Berkelanjutan

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Diwa Foundation melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni yang menyasar keluarga dengan anggota penyandang disabilitas pada Minggu, 3 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan hunian yang tidak hanya layak ditempati, tetapi juga ramah akses bagi warga difabel.

Bedah rumah pertama dilakukan di kediaman Mursiti di Jetisharjo, Cokrodiningratan, Jetis. Kondisi rumah tersebut mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap yang bocor dan lapuk, serta lantai yang tidak layak. Rumah itu dihuni Mursiti bersama anak dan keponakan yang merawatnya. Baik Mursiti maupun anaknya merupakan penyandang disabilitas dengan gangguan jiwa. Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Pendiri Diwa Foundation, Diah Warih Anjani, meninjau langsung kondisi rumah sebelum dilakukan perbaikan.

img_title Bedah Rumah di Prenggan: Sinergi Pemkot Yogya dan Bank BPD DIY Hadirkan Hunian Layak

Bedah rumah kedua menyasar kediaman Rohmawati di Prawirodirjan, Gondomanan. Perbaikan difokuskan pada bagian dalam rumah, terutama kamar mandi, agar lebih layak dan mudah diakses anaknya yang mengalami tuna daksa. Bantuan dana dari Diwa Foundation senilai sekitar Rp20 juta per rumah digunakan untuk mendukung proses renovasi.

Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi atas kepedulian Diwa Foundation yang memberikan perhatian khusus kepada keluarga dengan anggota penyandang disabilitas. Menurutnya, program bedah rumah merupakan wujud nyata nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk gotong royong yang menggerakkan masyarakat untuk saling peduli dan membantu.

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

Hasto menambahkan bahwa kondisi rumah Mursiti sangat membahayakan karena bagian atap sudah jebol. Ia mengingatkan bahwa bagi penyandang disabilitas dengan gangguan kejiwaan, risiko semakin besar karena mereka mungkin tidak mampu menyelamatkan diri jika terjadi keruntuhan. Oleh karena itu, perbaikan rumah menjadi kebutuhan mendesak demi keselamatan penghuni.

Selain pemerintah dan Diwa Foundation, kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah pihak, termasuk Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Keluarga Kristiani pegawai Pemkot Yogyakarta turut memberikan donasi. Program bedah rumah sendiri telah digencarkan Hasto sejak awal menjabat sebagai Wali Kota, dengan target 200 rumah dibedah sepanjang tahun 2026. Hingga Juni, tercatat 77 rumah sudah diperbaiki melalui program ini.

Halaman Selanjutnya
img_title