Bupati Jepara Tinjau Pengecoran Jalan, 52 Ruas Senilai Rp210 Miliar Dikejar Rampung September
- Vivajogja
VIVAJogja – JEPARA, Pemerintah Kabupaten Jepara terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan pada 2026.
Sebanyak 52 ruas jalan yang telah berkontrak kini dikebut pengerjaannya dengan dukungan anggaran APBD sebesar Rp210 miliar. Seluruh proyek tersebut ditargetkan rampung pada September 2026.
Untuk memastikan progres dan kualitas pekerjaan, Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar didampingi jajaran Forkopimda meninjau langsung pembangunan di ruas Bendanpete–Buaran dan Nalumsari–Papringan, Senin (6/7).
Dalam kesempatan itu, Witiarso mengatakan Pemkab Jepara juga mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp100 miliar kepada pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
"Dari pusat kita ajukan Rp100 miliar lewat IJD. Untuk wilayah Karimunjawa sekitar Rp55 miliar, sedangkan sisanya untuk wilayah Bangsri dan Kedung," ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek Jalan Bendanpete–Buaran yang dibiayai sepenuhnya melalui APBD menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Progres pekerjaan diperkirakan mencapai 50 persen pada pekan depan.
"Untuk Bendanpete–Buaran, minggu depan progresnya sudah mencapai 50 persen. Sementara di lokasi lain ada yang masih B0 dan ada juga yang sudah mencapai 25 persen," jelasnya.
Menurut Witiarso, rata-rata proyek peningkatan jalan tahun ini ditargetkan selesai pada September 2026.
"Kalau Bendanpete–Buaran target selesai 18 September. Rata-rata ruas yang kita kerjakan juga ditargetkan selesai pada September," katanya.
Tahun ini, terdapat 60 ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan. Dari jumlah tersebut, 52 ruas telah memasuki tahap kontrak dan seluruhnya merupakan pekerjaan peningkatan kualitas jalan.
"Saat ini tingkat kemantapan jalan di Jepara sudah mencapai 78,75 persen. Sisanya akan terus kita tuntaskan secara bertahap," ungkapnya.
Ruas Bendanpete–Buaran memiliki fungsi strategis sebagai akses utama menuju Pondok Pesantren Balekambang, penghubung antarkecamatan, serta jalur distribusi hasil pertanian.
Proyek ini meliputi perkerasan beton sepanjang 1.130 meter dan pembangunan saluran drainase sepanjang 76,8 meter dengan pagu anggaran Rp4,1 miliar. Pekerjaan dimulai pada 4 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 18 September 2026.
Sementara itu, ruas Nalumsari–Papringan merupakan jalur alternatif yang banyak dimanfaatkan pekerja pabrik dari dan menuju Kabupaten Kudus. Jalan tersebut juga menjadi akses penting bagi warga serta distribusi hasil pertanian.