Jadi Jalur Penting, Warga Desak Jalan Inspeksi Utara Stasiun Sentolo yang Sudah 5 Tahun Rusak Segera Diperbaiki
- jogja.viva.co.id/ Wuri D
KULONPROGO, VIVA Jogja - Kerusakan jalan inspeksi Saluran Irigasi Kali Bawang di wilayah Sentolo Lor, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo semakin memprihatinkan. Kondisi jalan yang berlubang, bergeronjal, retak, hingga amblas di sejumlah titik membuat akses warga terganggu. Padahal, jalur ini telah menjadi alternatif utama sejak penutupan perlintasan sebidang kereta api di pertigaan Ngeseng Sentolo, sebelah timur Pasar Sentolo lama.
Rida, salah seorang pengguna jalan, menuturkan bahwa jalur inspeksi irigasi kini menjadi urat nadi mobilitas warga. Ia berharap segera ada perbaikan agar akses masyarakat lebih lancar. “Ini sudah jadi jalur penting. Warga dari arah Wates, Pengasih mau ke RSUD NAS, SMA Sentolo, atau ke utara lagi ke Nanggulan lewat sini, supaya tidak harus memutar ke flyover. Jalur ini juga mengurangi kepadatan di jalan nasional. Sayangnya rusak parah, retak lebar di tengah sawah, motor saja harus gantian lewat. Harapannya segera diperbaiki,” ujarnya usai pertemuan warga dengan Komisi C DPRD DIY di lokasi jalan inspeksi Sentolo Lor, Selasa (07/07/2026).
Lurah Sentolo, Teguh, menegaskan bahwa jalan inspeksi yang awalnya hanya untuk mendukung operasional saluran irigasi kini telah beralih fungsi menjadi jalur vital masyarakat dari berbagai daerah. Warga yang hendak menuju Rumah Sakit Nyai Ageng Serang, pelajar SMA Negeri 1 Sentolo, hingga pengguna jalan dari arah Pengasih dan Kaliagung ke Nanggulan banyak memanfaatkan jalur ini. Di sepanjang jalur inspeksi utara Stasiun Sentolo juga terdapat tetenger bersejarah Monumen Perjuangan Sanoen. “Arus lalu lintas sangat padat, sementara bagian selatan rusak. Kami berharap pemerintah memberi perhatian agar jalan ini lebih nyaman dan lancar digunakan,” kata Teguh.
Menurutnya, kerusakan jalan sudah berlangsung sekitar lima tahun. Meski pernah mendapat penanganan melalui APBD Kabupaten Kulonprogo, kondisi jalan kembali menurun akibat intensitas penggunaan yang tinggi serta tanah yang labil. “Sekarang bukan hanya untuk inspeksi irigasi, tetapi sudah menjadi akses umum yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.
Komisi C DPRD DIY yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan telah menerima aspirasi warga dan mendorong tindak lanjut dari instansi terkait. Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, menilai jalan inspeksi Kalibawang di Sentolo Lor memiliki fungsi ganda sebagai sarana pendukung irigasi sekaligus jalur transportasi warga. “Fungsinya sekarang tidak hanya untuk inspeksi, tetapi juga transportasi masyarakat dan anak-anak sekolah. Karena itu perlu ada perawatan maupun peningkatan agar manfaatnya lebih optimal,” ungkapnya.