Budi Santosa Asrori Dilantik Jadi Sekda Kota Yogyakarta, Dorong Reformasi Birokrasi dan Program Prioritas
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Budi Santosa Asrori resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta definitif. Pelantikan yang berlangsung di Grha Pandawa Kompleks Balai Kota Yogyakarta pada Rabu (08/07/2026), dipimpin langsung oleh Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Momentum ini menandai babak baru kepemimpinan birokrasi di Kota Yogyakarta, dengan harapan menghadirkan terobosan, inovasi, serta memperkuat kualitas pelayanan publik.
Prosesi pelantikan disaksikan oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah DIY Hary Setiawan. Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga memberikan apresiasi kepada Dedi Budiono yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Yogyakarta. Menurut Hasto, peran Dedi sangat berarti dalam menjaga stabilitas pelayanan publik selama masa transisi hingga proses seleksi selesai.
Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa jabatan Sekda memiliki posisi strategis sebagai representasi tertinggi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Seorang Sekda tidak hanya bertugas mengoordinasikan perangkat daerah, tetapi juga menjadi motor penggerak reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa pemilihan Budi Santosa Asrori merupakan hasil seleksi yang mempertimbangkan rekam jejak, pengalaman panjang, serta kompetensi yang dimiliki. Pengalaman Budi memimpin Dinas Pendidikan menjadi bekal penting karena mengelola hampir separuh aparatur sipil negara (ASN) Kota Yogyakarta yang berprofesi sebagai guru.
Hasto berharap jabatan baru ini tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan momentum menghadirkan perubahan nyata. Ia meminta Budi untuk keluar dari zona nyaman dan berani melahirkan terobosan. “Sekda harus gumregah, tidak bisa business as usual. Harus ada inovasi yang membawa energi baru bagi birokrasi,” tegasnya. Menurut Hasto, keunggulan Budi yang tumbuh dan berkarier di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta akan memudahkan penerimaan inovasi karena ia memahami karakter organisasi dan ASN setempat.
Selain itu, Hasto berpesan agar Sekda menjadi pemimpin yang dekat dengan seluruh ASN. Ia menekankan pentingnya sikap hands-on, tidak hanya mengatur dari atas, tetapi juga terlibat langsung dalam pekerjaan. Sekda diharapkan mampu menjadi pengasuh bagi ASN, menjaga kedekatan, dan membangun semangat kebersamaan.