Gedung Bekas Mandala Teater Wates Menanti Revitalisasi, Kulonprogo Siapkan Hibah Aset untuk Ruang Kreatif Baru
- jogja.viva.co.id/ Wuri D
KULONPROGO, VIVA Jogja - Gedung bekas bioskop Mandala Teater di Wates, Kulonprogo, direncanakan segera direvitalisasi setelah bertahun-tahun terbengkalai. Proses revitalisasi ini masih menunggu penyelesaian administrasi hibah aset antara Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan Puro Pakualaman, mengingat tanah lokasi bioskop merupakan milik Puro Pakualaman sementara bangunan didirikan oleh Pemkab Kulonprogo. Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi dan kreativitas di jantung Kota Wates yang strategis, dekat dengan pasar, pusat pemerintahan, serta Stasiun Wates.
Lurah Wates, Sapto Iswandono, menjelaskan bahwa konsultasi publik terkait rencana revitalisasi telah digelar pada 1 Juli 2026. Forum tersebut menghadirkan calon investor, pengelola, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta ketua RT dan RW di sekitar lokasi. Dalam forum itu, calon pengelola memaparkan konsep revitalisasi sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Menurut Sapto, masyarakat berharap revitalisasi tidak hanya menghidupkan kembali bangunan lama, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Ia menambahkan, wajah baru Mandala Teater diharapkan mampu menghidupkan suasana Kota Wates sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar. “Harapan kami nanti kalau ada rekrutmen pegawai, warga dari wilayah Wates bisa ikut bekerja di situ,” ujarnya.
Kepala Bidang Aset BKAD Kulonprogo, Margareta Ettik Dwi Wulanjari, menegaskan bahwa proses administrasi hibah bangunan kepada Puro Pakualaman sedang dibahas bersama DPRD Kulonprogo. Setelah hibah selesai, investor dan pengelola siap menjalankan proyek revitalisasi. Ettik menyebut bahwa gedung Mandala Teater nantinya akan difungsikan untuk pemutaran film, pertunjukan seni berskala kecil, kegiatan pendidikan, hingga pembelajaran sinematografi bagi pelajar maupun komunitas kreatif. “Kalau bangunan itu terus dibiarkan kosong justru sayang. Lokasinya sangat strategis. Harapannya nanti ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ungkapnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Edi Priyono, menilai bahwa revitalisasi Mandala Teater memiliki potensi besar sebagai pusat kreativitas. Menurutnya, gedung tersebut sebaiknya tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan komersial, melainkan menjadi ruang inklusif bagi kaum muda untuk berkarya. Ia mengusulkan agar Mandala Teater difungsikan sebagai pusat kegiatan seni, budaya, perfilman, musik, fotografi, desain, dan kewirausahaan kreatif. Dengan menyediakan ruang untuk berlatih, berdiskusi, dan memamerkan karya, generasi muda akan memiliki wadah untuk mengembangkan potensi, inovasi, serta produktivitas. “Pendekatan ini akan mampu mengubah bangunan yang tidak lagi berfungsi menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas seni, budaya, dan komunitas,” tandasnya.