Komisi C DPRD DIY Tinjau Lava Bantal Berbah, Dorong Infrastruktur untuk Geopark Berkelanjutan
- Dok Sekretariat DPRD DIY
SLEMAN, VIVA Jogja - Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan Geosite Lava Bantal Berbah sebagai bagian dari upaya mempercepat terwujudnya Geopark DIY yang berkelanjutan. Dalam kunjungan kerja yang dilakukan di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, rombongan anggota dewan meninjau langsung kondisi infrastruktur kawasan sekaligus mengevaluasi tata kelola agar sejalan dengan prinsip konservasi dan edukasi.
Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ini dipimpin Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, bersama sejumlah anggota, di antaranya Haris Sugiharta, Dr H Aslam Ridlo, Timbul Suryanto, Drs H Suwardi, Lilik Saiful Ahmad, Raden Inoki dan Suharno. Turut hadir Kepala Biro Perekonomian, Infrastruktur, dan Kesejahteraan Rakyat (PIWP2) Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari, serta jajaran pemerintah kalurahan setempat.
Dalam monitoring tersebut, Komisi C menyoroti sejumlah aspek penting, mulai dari aksesibilitas, fasilitas pendukung, hingga tata kelola kawasan. Menurut mereka, keberhasilan pengembangan Geosite Lava Bantal tidak bisa hanya bergantung pada pembangunan fisik semata. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga keberlanjutan kawasan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Raden Inoki, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara terencana tanpa mengurangi nilai geologi yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengembangan berbasis konservasi akan memberikan manfaat jangka panjang, baik sebagai destinasi wisata edukasi maupun sebagai upaya melestarikan warisan geologi DIY. “Geosite harus dikembangkan secara berkelanjutan. Infrastruktur perlu mendukung, tetapi karakter alam dan nilai edukasinya tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Inoki juga menambahkan bahwa kebutuhan utama pengelola Lava Bantal adalah akses jalan yang memadai. Menurutnya, jalan kabupaten sepanjang sekitar satu kilometer menuju lokasi perlu segera diperbaiki agar bus wisata dapat masuk dengan lancar. “Kami akan menyampaikan hal ini kepada Bupati. Harapannya perbaikan segera direalisasikan sehingga akses wisatawan lebih mudah,” tuturnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, menilai Geosite Lava Bantal merupakan salah satu dari 15 titik geopark yang ada di DIY. Ia menekankan perlunya kreativitas tambahan dari pengelola untuk meningkatkan potensi kawasan. “Saya pikir pemerintah DIY dan Sleman sudah memberikan dukungan. Intinya, masyarakat lokal dan pengelola harus melakukan inovasi nyata. Kami juga akan melibatkan pelaku wisata agar Lava Bantal semakin dikenal luas,” tandasnya.