Fajar Gegana Sesalkan Pemkab Kulonprogo Lepas Pengelolaan Eks Mandala Theatre Wates

Anggota DPRD DIY Fajar Gegana
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Wuri D

KULONPROGO, VIVA Jogja - Anggota DPRD DIY sekaligus mantan Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana, menyampaikan rasa kecewa atas keputusan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo yang tidak mengelola sendiri Gedung Eks Mandala Theatre Wates. Gedung yang berada di jantung Kota Wates itu kini akan direvitalisasi di bawah kendali Puro Pakualaman.

img_title Pelantikan Askab PSSI Kulonprogo 2026–2030, Bupati Dorong Kemandirian dan Profesionalisme Sepak Bola Daerah

Meski menyesalkan langkah pemkab, Fajar tetap mendukung rencana revitalisasi yang digagas Puro Pakualaman. Ia menilai, kebangkitan fungsi gedung bekas bioskop Mandala akan memberi warna baru bagi wajah Kota Wates. “Saya pribadi mendukung kabar baik ini. Gedung itu memang perlu difungsikan lebih bermanfaat, bukan sekadar gudang aset,” ujarnya, Jumat (10/07/2026).

Fajar mengenang masa kejayaan Bioskop Mandala yang pernah menjadi primadona warga Kulonprogo. Setelah tutup, gedung sempat disewakan untuk futsal dan billiard, sebelum akhirnya dijadikan gudang oleh pemkab. Ia mengaku pernah mempertanyakan peluang pemanfaatan gedung untuk bisnis, namun terbentur status kepemilikan: tanah milik Puro Pakualaman, sementara bangunan milik Pemkab Kulonprogo.

img_title Penghulu Kulonprogo Teguhkan Integritas, Kemenag Dorong Pelayanan Publik Bersih

Sebagai anggota DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Fajar juga pernah mengusulkan agar gedung eks bioskop Mandala dijadikan pusat pendidikan perfilman dan sinematografi. Lokasinya yang strategis di dekat Pasar Wates dinilai cocok untuk studio sekolah film, pelatihan, hingga ruang pemutaran film lokal. Namun gagasan itu tidak pernah direspons positif, dan gedung tetap difungsikan sebagai gudang.

Kini, rencana revitalisasi justru datang dari Puro Pakualaman bersama mitra investor. Gedung akan dihibahkan untuk kemudian dikelola pihak ketiga. Fajar mengaku sedih sekaligus senang mendengar kabar tersebut. “Kalau saja pemkab mengelola sendiri melalui BUMD, tentu bisa menjadi wahana pendidikan perfilman yang terbuka untuk masyarakat Kulonprogo. Tapi apa daya, sekarang pihak Puro Pakualaman yang akan mengelola bersama investor,” tuturnya.

img_title Seratus Petani Kulonprogo Ikuti Pelatihan Pencampuran Pestisida Aman

Meski kecewa, Fajar menekankan pentingnya mendukung revitalisasi demi kemajuan Kota Wates. Ia menilai, jika pemkab mengelola sendiri, sebenarnya sudah sejalan dengan Raperda DIY tentang Pengelolaan Perfilman yang tengah dibahas DPRD DIY. “Kalau dikelola pemkab, itu akan nyambung dengan raperda perfilman DIY yang segera disahkan,” imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
img_title