Gerakan Mas JOS Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah di Yogyakarta, Capai 47,68 Ton per Hari

Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah yang digagas sejak 2025
Sumber :
  • Dok Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menekan volume sampah terus menunjukkan hasil positif. Melalui Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang digagas sejak 2025, pengelolaan sampah di hulu atau dari sumbernya kini meningkat signifikan. Data terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat, volume sampah yang berhasil dikelola di tingkat rumah tangga dan wilayah mencapai 47,68 ton per hari pada 2026, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 21,20 ton per hari.

img_title Gerakan Pilah Sampah Umbulharjo Jadi Inspirasi Pengelolaan Lingkungan

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menyebut peningkatan ini sebagai bukti nyata bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah mulai terbentuk. “Melalui gerakan Mas JOS, masyarakat semakin sadar pentingnya memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bagian dari rekonstruksi sosial menuju budaya lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

DLH mencatat, pengelolaan sampah di hulu meliputi berbagai metode, antara lain bank sampah unit dengan rata-rata 5,05 ton per hari, bank sampah induk 0,34 ton per hari, sisa residu pasar 1,83 ton per hari, ember organik 23,46 ton per hari, biopori jumbo 1,35 ton per hari, sampah daun 10,6 ton per hari, serta sapuan jalan sekitar 5 ton per hari. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya bergantung pada sistem pengangkutan sampah, tetapi mulai aktif mengelola sampah secara mandiri di lingkungan masing-masing.

img_title Walikota Yogya Hasto Wardoyo Raih Penghargaan Kepala Daerah Peduli Sampah di JBBA 2026

Gerakan Mas JOS sendiri mengedepankan lima langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat: memilah sampah sesuai jenisnya, membawa sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan, serta menggunakan wadah berulang. Program ini melibatkan kelurahan, tokoh masyarakat, kader lingkungan, dan juru pilah sampah (Jumilah) yang berperan sebagai fasilitator di lapangan.

Rajwan menambahkan, jumlah bank sampah di Kota Yogyakarta juga meningkat menjadi 713 unit pada 2026 dari 698 unit pada tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah keluarga yang tergabung dalam gerakan Mas JOS—yakni keluarga yang sudah memilah dan mengolah sampah serta diberi stiker penanda—melonjak menjadi sekitar 40.000 keluarga dari sebelumnya 37.000 keluarga. “Kami terus melakukan pendampingan agar semakin banyak keluarga yang menjadi bagian dari gerakan ini. Semakin banyak keluarga Mas JOS, semakin besar volume sampah yang bisa dikelola di sumbernya,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title DPRD Kulonprogo Dorong Penundaan Larangan Sampah Organik ke TPA Banyuroto, Usulkan Penerapan Bertahap