Yogyakarta Jadi Pusat Esports Nasional: Grand Final FFNS 2026 Fall dan Pesta 9 Free Fire

Grand Final Free Fire Nusantara Series 2026 Fall digelar di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Menegaskan posisinya sebagai kota kreatif, Yogyakarta menjadi tuan rumah Grand Final Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall yang digelar di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada pada Minggu (12/07/2026). Ajang bergengsi ini tidak hanya mempertemukan 12 tim terbaik dari seluruh Indonesia, tetapi juga dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun ke-9 Free Fire melalui festival Pesta 9 Free Fire di Lapangan Pancasila GSP UGM. Perpaduan kompetisi esports dan festival rakyat menjadikan Yogyakarta sebagai panggung utama antusiasme komunitas game mobile terbesar di Tanah Air.

img_title AHNAFEIEI, Wonder Kid Free Fire dari Yogyakarta Bersinar di Grand Final FFNS 2026 Fall

Turnamen FFNS 2026 Fall merupakan puncak perjalanan panjang kompetisi yang telah berlangsung sejak Mei 2026. Seleksi dimulai dari City Qualifier di sekitar 100 kota, dilanjutkan dengan Online Qualifier, Guild Qualifier, hingga Golden Ticket Qualifier. Dari lebih dari 200.000 tim yang berpartisipasi, hanya 12 tim terbaik yang berhasil lolos ke babak grand final. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bangka Belitung. Nama-nama seperti XOXO Pride Klaten, Strength GRT Palu, Jiggle Jambi, MBR Omega Jakarta, Kagendra Depok, Borneo Hilang Arah Banjarbaru, Gokil Jo Noh Manado, Elang Esport Bangka, Petigade Garut, Shadow Esports Jakarta, Dewa United Horus Jakarta, dan Pandora Esports Makassar menjadi representasi keberagaman talenta esports Indonesia.

img_title Dinkes Kulonprogo Temukan Risiko Tinggi Keracunan MBG dari Menu Ayam Saus Barbeque

Christiandy Franciscus (Game Producer Garena Free Fire Indonedia) dan Wijaya Nugroho (Head of BD, Esports, and Community Garena Indonesia)

Photo :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

Selain memperebutkan gelar juara nasional, para peserta juga mengincar tiket menuju Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall. Hadiah senilai Rp850 juta menambah gengsi kompetisi yang untuk pertama kalinya digelar di Yogyakarta. Menurut Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus, pemilihan Yogyakarta sebagai tuan rumah merupakan momen istimewa karena kota pelajar ini memiliki ekosistem komunitas yang aktif dan kreatif. Momentum ulang tahun Free Fire ke-9 semakin memperkuat makna penyelenggaraan, menjadikannya bukan sekadar kompetisi, melainkan perayaan perjalanan panjang ekosistem game bersama komunitas.

img_title Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era AI dengan Kompetensi dan Pengalaman Kerja

Kehadiran ribuan pengunjung dari berbagai daerah menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Mereka tidak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga menikmati beragam aktivitas komunitas, pertunjukan musik, bazar kuliner, hingga wahana hiburan. Pesta 9 Free Fire menghadirkan nuansa festival rakyat dengan bianglala, bull riding, area cosplay, hingga penampilan musisi lokal seperti Orkes Pensil Alis dan Ndarboy Genk. Sejak awal Juli, Garena juga membuka instalasi Kabin Pesawat Free Fire di Teras Malioboro, menghadirkan pengalaman interaktif seperti arena mabar, photobox, dan AI Scan Player Card. Konsep ini menegaskan bahwa Free Fire bukan sekadar permainan digital, melainkan ruang interaksi sosial yang mempertemukan komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.

Halaman Selanjutnya
img_title