AHNAFEIEI, Wonder Kid Free Fire dari Yogyakarta Bersinar di Grand Final FFNS 2026 Fall
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
YOGYAKARTA VIVA Jogja - Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia (15), atau yang akrab dikenal dengan nama AHNAFEIEI, menjadi salah satu pemain yang berhasil menembus Grand Final Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall bersama timnya, Borneo Hilang Arah. Bintang muda yang mencuri perhatian di panggung nasional Free Fire Nusantara Series. Lahir di Yogyakarta pada 17 Agustus 2012, Ahnaf merupakan putra dari pasangan Rudi Kurnia Setiawan dan Mira Pudjiastuti. Meski masih berstatus naik kelas 9 di SMP Islam Terpadu Masjid Syuhada Kotabaru, ia mampu menjaga prestasi akademiknya dengan konsisten berada di peringkat 10 besar sekolah, sembari meniti karier sebagai atlet esports.
Perjalanan Ahnaf menuju panggung FFNS 2026 Fall menjadi bukti bahwa talenta lokal mampu bersaing dengan tim-tim besar yang selama ini mendominasi kompetisi nasional. Sebagai pemain muda, ia digadang-gadang sebagai “wonder kid” yang berpotensi memberi warna baru dalam dunia esports Free Fire Indonesia. Kehadirannya di tim Borneo Hilang Arah menambah semangat komunitas Yogyakarta yang bangga melihat putra daerah tampil di ajang bergengsi. Tidak hanya itu, kisah Ahnaf juga menjadi inspirasi bahwa dunia esports bisa berjalan berdampingan dengan pendidikan, asalkan dijalani dengan disiplin dan tanggung jawab.
Kisah perjalanan Borneo Hilang Arah sendiri cukup unik. Sebelumnya tim ini dikenal dengan nama Thor Borneo dan sempat bertanding di Medan, namun gagal melanjutkan ke fase berikutnya. Dari pengalaman itu, mereka memilih nama baru “Borneo Hilang Arah” sebagai simbol perjalanan penuh tantangan. Tim yang berbasis di Kalimantan Selatan kemudian menemukan Ahnaf, yang saat itu masih sangat muda namun menunjukkan bakat luar biasa. Ia diajak bergabung, menjalani latihan intensif, dan bersama tim mengikuti berbagai turnamen, termasuk Golden Ticket Qualifier. Dari sana, mereka berhasil lolos hingga ke grand final FFNS 2026 Fall.
Coach Rayi Rahman Hakim, pelatih Borneo Hilang Arah, menuturkan bahwa Ahnaf adalah pemain yang spesial. Meski baru naik kelas 3 SMP, ia sudah menunjukkan kualitas yang membuat banyak pelatih tertarik. “Pemain muda seperti Ahnaf sering dilirik karena potensinya besar. Kita pernah punya contoh Evos Rasyah yang jadi juara dunia di usia muda. Ahnaf bisa jadi generasi berikutnya,” ujarnya. Dukungan komunitas dan program pembinaan dari Garena juga membantu Ahnaf berkembang, hingga kini ia menjadi salah satu wajah baru yang diperhitungkan di kancah esports nasional.