Menko Zulhas Targetkan Pengelolaan Sampah di Kota Prioritas Rampung 2028

Menko Zulhas saat acara dialog lingkungan di Gedung Sasana Adipura Kencana Kabupaten Wonosobo.
Sumber :
  • Aris/VIVA Jogja

WONOSOBO, VIVAJogja - Pemerintah pusat kini mempercepat program pengelolaan sampah di kota prioritas nasional. Langkah strategis ini dibarengi dengan pemangkasan regulasi yang rumit.

img_title Kantor Imigrasi Wonosobo Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan kemarin. Beliau menghadiri acara dialog lingkungan di Gedung Sasana Adipura Kencana Kabupaten Wonosobo.

Oleh karena itu, aturan perizinan yang panjang segera disederhanakan oleh kementerian. Upaya nyata ini bertujuan agar pembangunan fasilitas pengolahan tidak lagi terhambat.

img_title HUT ke-81 RI di Wonosobo Digelar Tanpa Tenda Khusus Pejabat

Sealnjutnya, masalah birokrasi dinilai menjadi penyebab utama kelambatan proyek selama ini. Pihak swasta bahkan kesulitan membangun sistem pengolahan di lokasi pembuangan terbuka.

"Sekarang kita perbaiki dulu regulasinya, aturannya agar program pengelolaan sampah di kota prioritas berjalan lancar," ujar Zulkifli Hasan, Minggu (12/7/2026).

img_title Menyapa Warga Wonosobo, Abdullah Dorong Kepastian Hukum Masyarakat

Maka dari itu, ratusan pasal aturan resmi dipangkas demi mempermudah investasi masuk. Kebijakan baru ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan fisik di lapangan.

Tantangan Daerah dan Target Nasional

Kemudian, pihak kementerian menetapkan target penyelesaian proyek secara bertahap dan pasti. Sebanyak 24 wilayah utama masuk dalam daftar penanganan gelombang pertama.

Kota besar seperti Jakarta dan Surabaya menjadi fokus utama program nasional ini. Pemerintah optimistis separuh target proyek akan rampung pada tahun depan.

Namun, tantangan besar juga dihadapi oleh pemerintah daerah seperti Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini memproduksi ratusan ton sampah setiap hari secara konsisten.

Berikutnya, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyambut baik arah kebijakan pusat tersebut. Beliau menilai penyederhanaan aturan memberi harapan baru bagi peningkatan kapasitas daerah.

Oleh sebab itu, kesadaran warga untuk memilah limbah rumah tangga harus ditingkatkan. Budaya bersih lingkungan wajib ditanamkan sejak dini dari lingkungan keluarga.

Lebih lanjut, program pengelolaan sampah di kota prioritas membutuhkan sarana penunjang modern. Pemerintah daerah sangat mengharapkan bantuan armada pengangkut dari pusat.

Selain itu, keberadaan bank sampah tingkat desa perlu dioptimalkan kembali fungsinya. Langkah praktis ini terbukti efektif mengurangi volume buangan ke tempat pembuangan akhir.

Jadi, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan program. Tanpa kerja sama yang kuat, target kebersihan lingkungan akan sulit dicapai.

Halaman Selanjutnya
img_title