19 Tahun Mengabdi untuk Desa, Pak Surur Dapat Perhatian Ketua DPRD Jepara
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna, menegaskan bahwa politik tidak hanya berbicara soal kebijakan dan anggaran, tetapi juga harus hadir dalam bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan kepada Miftahur Surur, warga Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, yang tengah berjuang melawan sakit sejak November 2025.
Bagi Agus, kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk penghormatan kepada sosok yang telah mendedikasikan hampir dua dekade hidupnya untuk mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
Miftahur Surur dikenal sebagai pegiat pendampingan masyarakat yang terlibat dalam Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) pada 2005–2006, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan pada 2007–2015, Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) pada 2016–2022, hingga menjadi pendamping Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Provinsi Jawa Tengah pada 2023–2024.
Menurut Agus Sutisna, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa kontribusi para pendamping masyarakat yang selama ini bekerja langsung di lapangan mengawal pelaksanaan program pemerintah.
"Selama kurang lebih 19 tahun, Pak Surur telah mengabdikan dirinya mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Pengabdian seperti ini merupakan aset sosial yang harus dihargai. Negara dan pemerintah daerah tidak boleh melupakan orang-orang yang telah bekerja untuk kepentingan masyarakat," kata Agus.
Ia menilai, kepedulian terhadap pejuang sosial merupakan bagian dari tanggung jawab moral seluruh pemangku kebijakan. DPRD, kata dia, tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
"Kami mendoakan semoga Pak Surur segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, dan diberikan kekuatan menjalani pengobatan. Semoga beliau dapat kembali sehat dan melanjutkan pengabdiannya untuk masyarakat," ujarnya.
Agus menambahkan, semangat gotong royong harus terus menjadi fondasi pembangunan Jepara. Menurutnya, mereka yang selama ini mengabdikan tenaga dan pikirannya demi kepentingan masyarakat layak mendapatkan perhatian ketika menghadapi ujian kehidupan.
Melalui kunjungan tersebut, Agus ingin menegaskan bahwa kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat tidak cukup diwujudkan melalui kebijakan di ruang sidang, tetapi juga melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat, terutama saat warga yang telah berjasa bagi daerah membutuhkan dukungan dan kepedulian.