KORPRI Serahkan 5 Ambulans untuk Sumatera, Tito: Layanan Kesehatan Harus Pulih Lebih Cepat
- ist
JAKARTA, VIVA Jogja – KORPRI Nasional kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana. Organisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) itu menyerahkan lima unit ambulans untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut diserahkan Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi langkah KORPRI melalui program KORPRI Peduli. Menurutnya, bantuan ambulans menjadi kebutuhan penting karena daerah terdampak kini memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
> "Sektor kesehatan termasuk sektor yang paling cepat dikerjakan. Puskesmas dan rumah sakit sudah kembali beroperasi. Namun, dukungan sarana kesehatan seperti ambulans tetap sangat dibutuhkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal," ujar Tito.
Tito menjelaskan, pemerintah kini berfokus mempercepat pemulihan layanan dasar setelah masa tanggap darurat berakhir. Kehadiran ambulans dinilai mampu memperkuat akses pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sarana transportasi medis.
Lima ambulans tersebut akan diprioritaskan untuk daerah yang mengalami dampak bencana paling berat. Daerah penerima meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Agam, serta Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menurut Tito, bantuan tersebut akan langsung disalurkan kepada pemerintah daerah penerima. Ia optimistis kendaraan operasional itu dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan kesehatan masyarakat.
"Kita akan salurkan dan saya yakin bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di daerah-daerah tersebut," katanya.
Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar KORPRI yang menunjukkan semangat gotong royong melalui program kemanusiaan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi ASN menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Selain itu, Tito mengungkapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terus berlangsung. Pemerintah menargetkan seluruh tahapan pemulihan selesai pada 2028 atau sekitar tiga tahun setelah bencana terjadi.