Sri Sultan Dorong Regenerasi Pengurus YPMJ, Semangat Pengabdian Harus Tetap Terjaga
- Dok Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan jajaran pengurus Yayasan Persaudaraan Masyarakat Jogja (YPMJ) di Gedhong Wilis, Selasa (14/07/2026). Pertemuan tersebut membahas proses regenerasi kepengurusan YPMJ yang akan segera diserahkan kepada generasi muda. Dalam kesempatan itu, Sri Sultan menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat agar tetap menjadi fondasi utama yayasan, sekaligus mendorong YPMJ lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Calon Ketua YPMJ, Subekti Saputra Wijaya, menyampaikan bahwa arahan Ngarsa Dalem (Sri Sultan HN X-red) menjadi pegangan penting bagi pengurus baru dalam melanjutkan kiprah yayasan. Menurutnya, YPMJ harus tetap menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama warga DIY. “Sesuai harapan Ngarsa Dalem, YPMJ beserta bantuan sosial yang dijalankan tetap menjadi salah satu jembatan komunikasi dengan warga, terutama masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya usai pertemuan.
Bekti menambahkan, YPMJ berencana memperluas jangkauan serta mengembangkan berbagai lini program agar penyelenggaraan yayasan semakin optimal. Dalam proses tersebut, arahan Sri Sultan sebagai pendiri sekaligus Dewan Kehormatan YPMJ dinilai krusial untuk memastikan pengembangan yayasan tetap berada pada jalurnya. “Bentuk untuk mendapatkan dana sosial ini kan macam-macam. Nanti kita bisa melakukan ekspansi, kemudian peruntukannya kepada siapa saja, itu yang ingin kita kembangkan lagi,” jelasnya.
Ketua YPMJ, Antonius Simon, turut menegaskan besarnya perhatian Sri Sultan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa yang terdampak bencana. Ia menuturkan, ketika terjadi bencana di sejumlah daerah, YPMJ menggalang dana untuk membantu korban. Arahan Sri Sultan saat itu menekankan agar pelajar dan mahasiswa asal daerah terdampak yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta juga mendapat perhatian. “Ngarsa Dalem mengusulkan agar pelajar Aceh yang menjadi korban bencana itu juga perlu diopeni. Dari sanalah kita mendirikan yayasan yang berhasil merangkul 68 pengusaha. Ngarsa Dalem menjadi pencetus idenya, dan sampai sekarang yayasan tersebut masih berjalan,” ungkap Simon.
Simon yang telah memimpin YPMJ selama lebih dari dua dekade menilai regenerasi kepengurusan menjadi langkah penting agar yayasan dapat terus berkembang. Menurutnya, estafet kepemimpinan kepada generasi muda akan membawa semangat baru dalam mengelola organisasi. “Harapan saya ke depannya, regenerasi pengurus kepada generasi muda bisa membuat YPMJ lebih gesit dan mampu mengelolanya dengan lebih baik sesuai tuntutan zaman sekarang,” tegasnya.