Wamen PKP Dorong Penataan Kawasan Bantul Hadapi Urbanisasi, Hunian Vertikal Jadi Salah Satu Solusi
- Dok Pemkab Bantul
BANTUL, VIVA Jogja – Pemerintah pusat mulai mematangkan strategi penataan kawasan di Kabupaten Bantul sebagai bagian dari upaya mengantisipasi meningkatnya laju urbanisasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan kawasan permukiman yang terintegrasi dengan tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta perlindungan lahan produktif agar pertumbuhan wilayah tetap berkelanjutan.
Pembahasan tersebut mengemuka saat Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bantul dan bertemu dengan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Kantor Bupati Bantul, Senin (14/7). Pertemuan itu menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pembangunan kawasan Bantul dengan kebijakan nasional dalam menghadapi tantangan urbanisasi yang diperkirakan terus meningkat hingga beberapa dekade mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, Fahri Hamzah menjelaskan bahwa perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia, termasuk DIY, membutuhkan pendekatan baru dalam perencanaan wilayah. Pertumbuhan jumlah penduduk yang berpindah ke kawasan perkotaan diperkirakan akan terus meningkat sehingga pemerintah perlu menyiapkan ruang hidup yang layak, nyaman, dan mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, DIY merupakan salah satu daerah yang memiliki daya tarik tinggi sebagai tujuan perpindahan penduduk. Selain dikenal sebagai pusat pendidikan nasional, provinsi ini juga memiliki perkembangan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, serta investasi yang terus tumbuh. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap perumahan dan kawasan permukiman diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Fahri mengungkapkan bahwa berdasarkan proyeksi menuju Indonesia Emas 2045, sekitar 80 persen penduduk diperkirakan akan tinggal di kawasan perkotaan, sementara hanya sekitar 20 persen yang masih menetap di wilayah pedesaan. Perubahan komposisi penduduk tersebut, menurutnya, menjadi tantangan besar yang harus diantisipasi sejak sekarang melalui perencanaan tata ruang yang matang.
Ia menilai kondisi Kota Yogyakarta yang semakin padat, termasuk sebagian wilayah Kabupaten Sleman, membuat kawasan penyangga di sekitarnya memiliki peran penting dalam menampung pertumbuhan penduduk. Dalam konteks tersebut, Kabupaten Bantul dipandang sebagai salah satu daerah yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan aglomerasi perkotaan yang tetap mengedepankan keseimbangan lingkungan.