BAZNAS dan Rutan Jepara Jajaki Kolaborasi Berdayakan Mantan Narapidana
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara bersinergi dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Jepara untuk memberdayakan mantan warga binaan. BAZNAS berencana menyalurkan bantuan modal usaha produktif bagi mantan narapidana kurang mampu yang telah menunjukkan pertobatan nyata.
Rencana kolaborasi sosial ini mengemuka dalam silaturahmi Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo dan jajarannya ke Kantor BAZNAS Kabupaten Jepara pada Selasa (15/7).
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda, beserta jajaran wakil ketua di ruang rapat lembaga tersebut.
Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda, mengungkapkan program ini diinisiasi untuk memutus rantai diskriminasi dan stigma negatif yang kerap dialami mantan narapidana saat mencari pekerjaan di tengah masyarakat.
"Meskipun anggaran kami terbatas, kami ingin membantu mantan warga binaan dari kalangan tidak mampu yang benar-benar sudah bertaubat agar bisa mandiri melalui usaha produktif," ujar pria yang akrab disapa Gus Huda tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Huda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Rutan Jepara. Pasalnya, sejak Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Rutan dibentuk pada Desember 2025 lalu, jajaran Rutan Jepara secara rutin dan konsisten dalam menunaikan kewajiban zakatnya melalui BAZNAS.
Merespons rencana baik tersebut, Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyatakan dukungan penuh dan menyambut baik rencana program bantuan usaha produktif yang digagas BAZNAS. Ia pun mengapresiasi kontribusi BAZNAS yang selama ini telah banyak membantu Rutan Jepara, salah satunya lewat program renovasi masjid di dalam area Rutan.
Renza melihat adanya kesamaan visi antarkedua lembaga dalam hal kepedulian sosial. Ia pun membuka lebar peluang kolaborasi program di masa mendatang. “Rutan Jepara juga rutin melakukan kegiatan sosial tiap minggu. Sama halnya BAZNAS, Rutan juga banyak membantu masyarakat, termasuk membantu program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Jika memungkinkan, ke depan kita bisa berkolaborasi program,” terang Renza.
Di sisi lain, Renza membagikan kabar positif mengenai kondisi internal Rutan Jepara saat ini. Ia menyebutkan bahwa jumlah warga binaan yang menghuni Rutan Jepara saat ini tercatat sebanyak 238 orang.