Ratusan Santri Nailul Muna Ikuti Skrining Kesehatan dan Edukasi PHBS dari Puskesmas Welahan I
- VIVAJogja
VIVSJogja – JEPARA – Puskesmas Welahan I memperkuat upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pondok pesantren dengan menggelar penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan terpadu bagi ratusan santri Pondok Pesantren Nailul Muna, Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, (15/7/2026).
Kegiatan ini melibatkan tim tenaga kesehatan Puskesmas Welahan I bersama Tim Dokter Internship yang terdiri dari dr. Dinda Adhita Shafira dan dr. Tahany Syahla. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sekaligus mencegah penyebaran penyakit scabies atau gudhik yang kerap muncul di lingkungan dengan hunian padat.
Dalam penyuluhan, para santri mendapatkan penjelasan mengenai penyebab scabies, cara penularan, gejala, faktor risiko, langkah pencegahan, hingga pentingnya menjalani pengobatan secara menyeluruh agar mata rantai penularan dapat diputus.
Selain itu, petugas juga mengedukasi santri mengenai penerapan PHBS, seperti mandi secara teratur, mencuci tangan menggunakan sabun, tidak berbagi pakaian, handuk, maupun perlengkapan tidur, serta menjaga kebersihan kamar dan lingkungan asrama.
Usai penyuluhan, seluruh santri menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), skrining Tuberkulosis (TBC), hingga pemeriksaan kesehatan umum oleh dokter.
Melalui pemeriksaan tersebut, para santri dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan memperoleh rekomendasi tindak lanjut apabila ditemukan keluhan atau faktor risiko penyakit.
Pengasuh Pondok Pesantren Nailul Muna, KH M. Ali Masrukhin, mengapresiasi sinergi antara Puskesmas Welahan I dan pihak pesantren dalam menjaga kesehatan para santri.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Puskesmas Welahan I beserta tim dokter internship yang telah hadir memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada para santri. Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membangun karakter sekaligus membiasakan pola hidup sehat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.
Perwakilan santri putra, Abdul Latif Jauhari, juga mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
"Materinya mudah dipahami dan membuat kami lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan diri maupun lingkungan asrama. Pemeriksaan kesehatan juga membuat kami mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sehingga bisa lebih peduli terhadap pola hidup sehat," katanya.