Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026

Pembukaan pameran kerajinan internasional INACRAFT Festival 2026
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

BANTUL, VIVA Jogja -  Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan memfasilitasi sejumlah pelaku usaha mengikuti pameran kerajinan internasional INACRAFT Festival 2026. Pameran yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada Rabu-Minggu (15–19/07/2026) ini menjadi ajang penting bagi UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran, belajar dari pelaku usaha lain, serta memperkenalkan produk unggulan Yogyakarta ke pasar yang lebih luas.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa INACRAFT Festival kali ini memiliki arti khusus karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian road to INACRAFT yang akan berlanjut di Jakarta pada Oktober mendatang. “Acara ini sangat menarik karena menghadirkan stan internasional. Harapannya, pengusaha lokal bisa belajar, berbagi pengalaman, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk naik kelas,” ujarnya saat mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pembukaan festival di JEC.

Sebanyak 10 pelaku UMKM dari Kota Yogyakarta difasilitasi untuk tampil dalam stan bertajuk Seloka YK. Produk yang dipamerkan telah melalui kurasi ketat oleh Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Kota Yogyakarta. Produk unggulan yang ditampilkan antara lain kerajinan kulit berupa tas dan dompet, kain jumputan, serta aksesoris kalung dan gelang. Keikutsertaan UMKM ini diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat industri kreatif dan kerajinan di Indonesia.

img_title Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga

Salah satu pelaku UMKM yang berkesempatan mengikuti pameran adalah Tuliswati Sandhi, warga Tahunan, dengan produk kain jumputan. Ia mengaku bersyukur karena karyanya lolos kurasi dan bisa tampil di ajang internasional. “Harapannya kita selalu maju dan berinovasi, mengenalkan produk lebih luas lagi. Apalagi ini INACRAFT, pameran terbesar di Asia. Mudah-mudahan produk teman-teman UMKM Yogyakarta semakin berkembang,” tuturnya.

Festival ini dibuka secara resmi oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Sultan memberikan apresiasi kepada Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) atas konsistensi menyelenggarakan INACRAFT selama 25 tahun. Menurut Sultan, tema pameran tahun ini, Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia, sangat relevan dengan semangat kerajinan itu sendiri. “Kerajinan lahir dari ketelitian tangan, kesabaran proses, dan penghormatan terhadap material serta tradisi. Festival internasional seperti ini menjadi jembatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan Yogyakarta ke pasar global sekaligus membuka peluang kemitraan dagang berkelanjutan,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Yogyakarta Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi Budaya dan Inovasi