Sri Sultan Dorong Efisiensi dan Keselamatan dalam Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY
- Dok Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY di Jalan Kenari memasuki tahap krusial dengan progres fisik mencapai 81,7 persen. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa setiap detail pembangunan harus mengutamakan presisi, efisiensi ruang, serta keselamatan pengunjung. Pesan tersebut disampaikan langsung saat beliau meninjau proyek bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota dewan, dan pihak kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Dalam tinjauan tersebut, Sri Sultan menekankan pentingnya perhitungan kapasitas ruang rapat, baik komisi maupun paripurna, agar tidak sekadar mengacu pada hitungan luas di atas kertas. Menurutnya, ruang harus dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan riil manusia dan perabotan yang akan digunakan. Dengan jumlah anggota dewan sebanyak 55 orang, setiap jengkal ruang harus dihitung secara ergonomis agar tidak menimbulkan pemborosan anggaran maupun ketidaksesuaian fungsi. “Jangan sampai ruang yang sudah jadi ternyata kurang lebar atau justru kelebaran. Semua harus sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Selain efisiensi ruang, aspek keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama. Sri Sultan menyoroti penggunaan material marmer pada tangga yang dinilai licin dan berpotensi membahayakan tamu, terutama lansia atau perempuan yang mengenakan sepatu hak tinggi. Ia meminta agar Dinas Pekerjaan Umum menambahkan pegangan di sisi kiri dan kanan tangga sebagai solusi praktis untuk menjamin keamanan. “Keselamatan harus diprioritaskan. Pegangan di kedua sisi tangga akan memberi tumpuan aman bagi siapa pun yang melintas,” ujarnya.
Tidak hanya interior, tampilan luar gedung juga menjadi sorotan. Sri Sultan berharap desain fasad dengan lengkungan tidak menimbulkan kesan kaku menyerupai benteng. Ia menginginkan sentuhan ornamen yang lebih merepresentasikan wajah DPRD DIY sebagai lembaga perwakilan rakyat. “Gedung ini harus mencerminkan keterbukaan, bukan seperti masuk ke benteng,” tambahnya.
Sekretaris DPRD DIY, Yudi Ismono, menyambut positif arahan Gubernur. Ia memastikan bahwa penyesuaian yang diminta tidak akan memengaruhi anggaran secara signifikan. Menurutnya, proyek tetap berjalan sesuai rencana dengan pengawasan ketat. Hingga minggu ke-69, seluruh struktur utama telah rampung, sementara fokus pekerjaan kini beralih pada penyelesaian interior, pengadaan mebelair, dan penataan landscape halaman. Yudi juga menjelaskan bahwa nilai kontrak proyek mengalami adendum dari Rp293 miliar menjadi Rp307 miliar, penyesuaian yang murni disebabkan dinamika lapangan serta penambahan fasilitas publik seperti pelebaran pedestrian di depan gedung. Langkah ini diambil untuk memberikan akses lebih luas bagi masyarakat sekaligus menciptakan ruang terbuka yang ramah publik.