Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Harmawan
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja -   Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan potensi berbasis wilayah dengan mengoptimalkan keunggulan yang dimiliki setiap kelurahan. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat memimpin Rapat Dinas di Ruang Bima Balai Kota Umbulharjo. Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam mengangkat potensi lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Dalam arahannya, Wawan menekankan bahwa 45 kelurahan di Kota Yogyakarta memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Keunikan tersebut dapat menjadi identitas sekaligus memiliki nilai jual yang mampu mengungkit perekonomian masyarakat. “Yogyakarta itu kota wisata, budaya, dan pendidikan, namun di masing-masing wilayah pasti punya ciri khas, apakah produk batiknya, kuliner, destinasi wisata, dan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kelurahan dan kemantren perlu terus menggali potensi yang dimiliki wilayah masing-masing. Partisipasi masyarakat juga harus didorong agar turut menentukan produk unggulan yang akan dikembangkan sehingga benar-benar mencerminkan ciri khas wilayah. Dengan demikian, setiap kelurahan tidak hanya menjadi bagian administratif, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

Untuk memperkuat promosi potensi lokal, Pemkot Yogyakarta mendorong integrasi data potensi wilayah secara digital. Data tersebut nantinya akan dikemas dalam bentuk konten visual yang menarik sehingga memudahkan masyarakat maupun wisatawan mengenal keunggulan setiap kelurahan. “Kami mendorong adanya integrasi data potensi wilayah yang terdigitalisasi. Nantinya akan dibuat konten visual yang menarik dari setiap kelurahan, dimunculkan ciri khasnya, disebarluaskan melalui media sosial, dan di menu Jogja Smart Service juga akan ada profil 45 kelurahan,” jelas Wawan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik setiap wilayah, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis potensi wilayah. Dengan digitalisasi data, promosi potensi lokal akan lebih efektif dan menjangkau audiens yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Mantri Pamong Praja Pakualaman, Saptohadi, turut menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki berbagai potensi unggulan yang terus dikembangkan. Di antaranya Pura Pakualaman sebagai destinasi wisata yang telah masuk dalam paket kampung wisata, jamu legendaris, kuliner khas, hingga batik. “Sejauh ini kami kerjasamakan paket kampung wisata dengan hotel-hotel di sekitar Pakualaman bagi tamu-tamu mereka,” ungkap Sapto.

Halaman Selanjutnya
img_title