Menkeu Purbaya dan Sri Sultan HB X Resmikan Becak Listrik Wisata di Alun-alun Selatan Yogyakarta

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mencoba becak listrik saat peresmian Becak Kayuh Listrik Wisata dan UMi 2026.
Sumber :
  • Dok Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja -  Kawasan cagar budaya Alun-alun Selatan Yogyakarta menjadi saksi peluncuran moda transportasi tradisional yang bertransformasi dengan sentuhan teknologi modern. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa meresmikan Becak Kayuh Listrik Wisata atau Bekalista, sekaligus membuka Pasar Rakyat Ultra Mikro (UMi) 2026.

img_title Sri Sultan Diminta BNPB Angkat Pengalaman Jogja dalam Forum Resiliensi Global

Suasana sore itu berbeda dari biasanya. Deretan becak tradisional yang biasa mangkal di sekitar Alkid berpadu dengan puluhan becak warna-warni yang kini dilengkapi motor listrik. Sebanyak 80 unit becak listrik dihibahkan kepada pengayuh becak di Yogyakarta, lengkap dengan 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel mobile, delapan baterai cadangan, dan satu bengkel induk yang ditempatkan di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Menariknya, seluruh proses fabrikasi dan perakitan dilakukan oleh tenaga lokal, termasuk para pelajar SMK, melalui program teaching factory.

Dalam sambutannya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa program ini bukan sekadar mengganti becak lama dengan teknologi baru, melainkan menjaga ikon budaya Yogyakarta sekaligus memberi energi baru bagi penghidupan masyarakat. “Tradisi bukan menghalang kemajuan, tapi memberi arah agar kemajuan tidak kehilangan jati diri. Dari Yogyakarta, mari kita kirimkan pesan kepada Indonesia, ekonomi yang kuat tumbuh dari rakyat. Hari ini yang kita elektrifikasi bukan sekadar becak, yang kita nyalakan adalah peluang, harapan, dan masa depan keluarga,” ujarnya.

img_title Gedung Baru BKD DIY Resmi Difungsikan, Sri Sultan Tekankan Transformasi Birokrasi di Era AI

Sri Sultan HB X menyampaikan apresiasi atas hadirnya kebijakan fiskal yang menyentuh langsung pelaku usaha kecil. Menurutnya, becak listrik mempertemukan tiga kepentingan sekaligus: menjaga identitas budaya, memuliakan pelaku transportasi tradisional, dan membangun mobilitas ramah lingkungan. “Melestarikan becak tidak berarti melestarikan kelelahan para pengemudinya. Teknologi harus menjaga keselarasan antara manusia, lingkungan, dan kebudayaan,” tegas Sultan.

Sebelum acara peresmian, Menkeu Purbaya sempat bertemu Sri Sultan di Kompleks Kepatihan untuk santap siang bersama. Dengan balutan batik dan blangkon khas Jawa, ia menikmati hidangan tradisional seperti gulai kambing dan kambing guling. Usai pertemuan, keduanya menuju lokasi acara menggunakan bus wisata Jogja Heritage Track.

img_title Pengayuh Becak di Yogyakarta Nilai Becak Listrik Tangguh dan Nyaman Sejak Pemakaian 2023

Peresmian Bekalista juga menjadi momentum peluncuran ekosistem transportasi baru yang diharapkan mampu menghubungkan kawasan wisata, pasar rakyat, sentra kerajinan, hingga kampung budaya. Purbaya menekankan pentingnya perawatan stasiun pengisian daya agar mudah digunakan dan benar-benar menyala. “Kemampuan SMK ini luar biasa, dan harus dimanfaatkan demi menyelesaikan persoalan nyata di sekitar kita,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title