Pelajar Yogyakarta Gelar Gerakan Reresik Sekolah, Tanamkan Budaya Bersih Sejak Dini

Aksi bersih-bersih pelajar Kota Yogya
Sumber :
  • Dok Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Yogyakarta turun ke jalan dan lingkungan sekolah untuk melakukan aksi bersih-bersih serentak dalam kegiatan bertajuk Gerakan Reresik Sekolah, Jumat (17/07/2026). Aksi ini dipusatkan di SMP Negeri 1 Yogyakarta dan menyebar ke sepanjang koridor Jalan Cik Di Tiro, mulai dari Bundaran Universitas Gadjah Mada hingga Perempatan Gramedia.

img_title Ekspansi Sekolah Rakyat Dinilai Belum Sentuh Akar Ketimpangan Pendidikan

Sejak pagi, para pelajar bersama guru, pemuda, dan masyarakat membersihkan trotoar, saluran air, ruang terbuka, hingga lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Yogyakarta menanamkan budaya hidup bersih sekaligus membentuk karakter generasi muda agar peduli terhadap lingkungan.

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, membuka kegiatan secara resmi dan ikut bergabung bersama siswa membersihkan kawasan. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. “Melalui Gerakan Reresik Sekolah, kami ingin mengajak pelajar tidak hanya menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap ruang publik. Kesadaran seperti ini harus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari karakter mereka,” ujarnya.

img_title Sekolah Rakyat di Tengah Transisi Demografi, Dosen UMY: Prioritaskan Akses dan Mutu Pendidikan

Menurut Wawan, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas. Karakter tumbuh dari kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten. Ia menekankan bahwa kegiatan bersih-bersih ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan sarana pembelajaran tentang tanggung jawab, disiplin, gotong royong, dan kepedulian sosial. “Generasi yang cerdas akademik harus juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Nilai-nilai ini lahir dari kebiasaan baik yang terus dilakukan,” tambahnya.

Wawan juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pelajar, guru, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun budaya bersih. “Ketika sekolah, pemerintah, pemuda, dan masyarakat bergerak bersama, lingkungan yang bersih dan nyaman akan lebih mudah diwujudkan,” ungkapnya.

img_title Tim Transisi Pastikan Kesiapan MPLS di Sekolah Rakyat Gulurejo Kulonprogo

Ia menilai budaya menjaga kebersihan merupakan faktor penting dalam mempertahankan identitas Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan, Kota Budaya, sekaligus Kota Kreatif. Predikat tersebut, katanya, tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan dan kekayaan budaya, tetapi juga tercermin dari perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Halaman Selanjutnya
img_title