Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Catat Puluhan Guguran Lava dalam Tiga Hari Terakhir

Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas
Sumber :
  • Dok Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan tingkat kegempaan yang cukup tinggi dalam tiga hari terakhir, yakni sejak 17 hingga 19 Juli 2026. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih mengalami guguran lava secara intensif dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah sektor barat daya.

img_title Semarak HUT RI di Pasar Godean, Momentum Kebangkitan Pasar Rakyat Sleman

Sepanjang pengamatan pada 17 Juli 2026, BPPTKG mencatat sebanyak 110 kali gempa guguran, 63 gempa hybrid atau fase banyak, dua gempa vulkanik dangkal, serta satu gempa tektonik jauh. Selain itu, petugas juga mengamati 30 kali guguran lava yang mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum sekitar 1.900 meter. Kondisi visual gunung umumnya terlihat jelas dengan asap kawah nihil pada sebagian besar waktu pengamatan.

Memasuki 18 Juli 2026, aktivitas Merapi masih relatif tinggi meski jumlah gempa guguran sedikit menurun. Dalam periode pengamatan selama 24 jam, BPPTKG merekam 95 kali gempa guguran, 75 gempa hybrid, dua gempa vulkanik dangkal, dan dua gempa tektonik jauh. Selama hari tersebut, teramati 25 kali guguran lava menuju Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum tetap mencapai 2.000 meter. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas lemah masih tampak setinggi 25 hingga 50 meter di atas puncak saat kondisi cuaca mendukung pengamatan.

img_title PSS Sleman Perkenalkan Jersey dan Skuad Baru, Optimisme Bangkit di Super League 2026/2027

Rangkaian laporan enam jam sekali pada 18 Juli juga menunjukkan aktivitas guguran lava berlangsung hampir sepanjang hari. Pada periode dini hari hingga pagi teramati tujuh kali guguran lava, dilanjutkan sebelas kali guguran pada pagi hingga siang, lima kali pada siang hingga sore, dan dua kali pada sore hingga malam. Jarak luncur guguran berkisar antara 1.500 hingga 2.000 meter dengan dominasi arah ke sektor barat daya melalui hulu Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng.

Sementara itu, hingga Minggu (19/7) siang, aktivitas Merapi masih didominasi gempa guguran dan gempa hybrid. Pada periode pukul 00.00–06.00 WIB tercatat 34 gempa guguran, 24 gempa hybrid, serta dua gempa vulkanik dangkal. Petugas juga mengamati lima kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kasus ISPA di Sleman, Dinkes Imbau Warga Jaga Imunitas