Pelajar Jogja Jadi Penentu Masa Depan, Sekda DIY Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, hadir sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat Gubernur DIY
Sumber :
  • Dok Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Upacara Bendera yang digelar di SMA Negeri 1 Yogyakarta, Senin (20/07/2026), menjadi panggung penting bagi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menegaskan komitmen pembinaan karakter generasi muda. Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, hadir sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat Gubernur DIY yang menekankan bahwa masa depan daerah berada di tangan para pelajar SMA dan SMK. Pesan ini bukan sekadar seremonial, melainkan peringatan serius agar para siswa menjaga diri dari berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi merusak masa depan mereka.

img_title Gedung Baru BKD DIY Resmi Difungsikan, Sri Sultan Tekankan Transformasi Birokrasi di Era AI

Dalam pidatonya, Ni Made menegaskan bahwa setiap keputusan kecil yang diambil pelajar hari ini akan menentukan arah hidup mereka di masa depan. Ia mengingatkan bahwa ruang kelas bukan hanya tempat belajar, tetapi juga arena membangun masa depan Daerah Istimewa Yogyakarta. Para siswa disebut sebagai calon dokter, guru, teknisi, pengusaha, seniman, anggota TNI, Polri, bahkan pemimpin bangsa. Potensi besar itu, menurutnya, bisa padam hanya karena satu kesalahan fatal yang dilakukan tanpa pikir panjang.

Ni Made juga menyoroti fenomena meningkatnya kenakalan remaja di DIY yang kini tidak lagi sebatas pelanggaran disiplin. Ia menyebut adanya kasus pelajar membawa senjata tajam, terjerumus dalam penyalahgunaan pil sapi, hingga minuman oplosan. Kondisi ini dianggap sebagai tamparan keras bagi masyarakat yang selama ini bangga dengan predikat Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya. Menurutnya, kenakalan remaja tidak muncul tiba-tiba, melainkan berawal dari keputusan-keputusan kecil yang salah, seperti memilih diam saat melihat pelanggaran atau mengikuti ajakan yang keliru.

img_title Pelantikan Pejabat Fungsional DIY Tegaskan Birokrasi Berbasis Keahlian

Mengutip falsafah Jawa, Ni Made mengingatkan pentingnya sikap Eling lan Waspada. Eling berarti ingat pada jati diri dan harapan orang tua, sementara Waspada berarti berhati-hati terhadap godaan yang tampak menyenangkan namun berujung penyesalan. Ia menekankan bahwa keberanian sejati bukanlah melukai orang lain, melainkan berani berkata tidak pada ajakan yang salah. Menjaga diri sendiri, menurutnya, adalah bentuk penghormatan kepada orang tua yang telah bekerja keras membesarkan anak-anaknya.

Pemerintah DIY, lanjut Ni Made, terus memperkuat kolaborasi dengan aparat keamanan, sekolah, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan aman bagi pelajar. Salah satu inisiatif yang digencarkan adalah program Jaga Warga, yang berperan sebagai garda sosial dalam mencegah kenakalan remaja. Program ini mendorong warga untuk ikut mengawasi anak-anak di jam rawan, menegur dengan santun, melapor bila melihat tanda bahaya, serta memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk penanganan cepat oleh kepolisian.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title DIY Catat Penurunan Kemiskinan Tertinggi di Jawa, Kolaborasi Jadi Kunci