Pipa Pecah Sepanjang 200 Meter Sebabkan Kurang Air Bersih, 600 KK di Desa Tunahan Terdampak

BPBD Jepara saat droping Air Bersih untuk Warga
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogjaJEPARA, Sebanyak sekitar 600 kepala keluarga (KK) di RW 06 yang meliputi RT 18, RT 19, dan RT 20 Desa Tunahan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, mengalami krisis air bersih. Selain dampak musim kemarau yang mulai memasuki puncaknya, kelangkaan air juga dipicu rusaknya pipa distribusi air sepanjang kurang lebih 200 meter.

img_title Besok Sore Jangan Kaget! 200 Motor Jadul Bakal Melintas di Jalanan Jepara

Kamituwo Desa Tunahan, Utomo, mengatakan kerusakan pipa tersebut membuat pasokan air tidak dapat mengalir secara normal sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Desa Tunahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara melakukan dropping air bersih sebanyak dua kali dalam sepekan. Setiap pengiriman menggunakan dua truk tangki dengan kapasitas sekitar 4.000 liter per tangki, sehingga total air yang didistribusikan mencapai sekitar 8.000 liter setiap kali dropping.

img_title UNNES dan Peluk Jepara Padukan CNC dan Ukir Tradisional demi Lestarikan Warisan Ukir Jepara

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kabid RK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Bagus Ari Wibowo, mengatakan dropping perdana dilakukan pada Senin (20/7/2026). Selain menyalurkan bantuan air bersih, petugas juga berupaya memperbaiki pipa paralon yang pecah. Namun, akses menuju lokasi cukup sulit karena berada di kawasan perbukitan.

"Dari Gardu Pandang Desa Kunir, kendaraan roda dua hanya dapat menempuh sekitar seperempat perjalanan. Setelah itu, petugas harus berjalan kaki kurang lebih dua jam untuk mencapai lokasi pipa yang rusak," ujarnya.

img_title Gudang Jajanan di Krasak Pecangaan Dilalap Api, Damkar Berjibaku hingga Tengah Malam

Di tempat berbeda Utomo selaku perangkat Desa Tunahan menambahkan, untuk solusi jangka panjang Pemerintah Desa Tunahan akan mengajukan proposal kepada BPBD agar dilakukan penanganan permanen terhadap jaringan distribusi air bersih sehingga persoalan serupa tidak terus berulang saat musim kemarau.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus. Kondisi tersebut berpotensi memperparah kekeringan di sejumlah wilayah, termasuk daerah yang mengandalkan mata air sebagai sumber utama kebutuhan air bersih.

"Warga yang terdampak sekitar 600 kepala keluarga. Setelah mendapatkan suplai air bersih, beban masyarakat sedikit berkurang karena kebutuhan air sehari-hari mulai terpenuhi," pungkas Utomo.